Tour de Singkarak 2018

Etape 2 TdS 2018 Sajikan Geopark dan Bangunan Klasik

Kautsar Halim 06 November 2018 06:29 WIB
olahragabalap sepeda
Etape 2 TdS 2018 Sajikan Geopark dan Bangunan Klasik
Suasana finis etape 2 TdS 2018-(Humas TdS)
Sawahlunto: Tour de Singkarak (TdS) 2018 memainkan etape kedua pada Senin 5 November pada pukul 09.00 WIB. Kali ini, startnya berada di Kota Sawahlunto, salah satu kawasan geopark atau taman bumi Sumatra Barat.

Cuaca berawan dan sedikit berangin terasa sejuk menyelimuti lokasi start yang berada di lapangan segitiga. Bukit-bukitnya terlihat hijau dan kokoh mengelilingi isi kota. Menariknya, kebanyakan bangunan di sini masih menjaga keaslian bentuk arsitektur era penjajahan Belanda.

Bentuk rumah penduduk, gedung perkantoran, hingga tata letak jalan rayanya berhasil memberi dimensi keindahan yang berbeda dengan kota/kabupaten lain di Sumatra Barat. Padahal, Sawahlunto dulunya hanya aset pertambangan batu bara milik pemerintah kolonial Belanda.



Salah satu tambang batu bara di Sawahlunto (Medcom.id/Zam)

Sejak dulu hingga kini, Sawahlunto terkenal se-Indonesia dengan produksi batu baranya yang berkualitas dunia. Jarang ada warga yang berprofesi sebagai petani di sana. Jika tidak menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), penduduknya bekerja di pertambangan atau membuka toko.

Meski meninggalkan bekas pilu akibat dijajah, peninggalan Belanda benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Sawahlunto. Lubang bekas tambang menyeramkan, bisa disulap menjadi museum Mbah Soero. Sementara Stasiun Sawahlunto yang tidak aktif, kini menjelma menjadi Museum Kereta Api. Dulunya kerja paksa merupakan hal lumrah di sana. 


Museum Kereta Api Sawahlunto (Medcom.id/Zam)

"Setelah penjajah Belanda menemukan tambang batu bara, mereka membawa para tahanannya yang di Pulau Jawa untuk kerja paksa di sini. Awalnya, Sawahlunto hanya daerah perbukitan tanpa penghuni,"tutur Sudarsono, petugas di Museum Lubang Batu Bara Mbah Soero.

Di etape 2 ini, setelah bendera start diangkat para peserta TdS 2018 yang berjumlah 103 pembalap melakukan tur kota terlebih dahulu sebanyak satu putaran. Rutenya melewati Taman Segitiga - Pasar Sawahlunto - berputar ke arah Museum Tambang Batu Bara Ombilin. Setelah itu, semua pembalap langsung beradu cepat menuju garis finis di Kabupaten Dharmasraya. Total, jarak yang ditempuh 204,1 km.


Suasana balapan etape 2 TdS 2018-(Humas TdS)

Pembalap Jerman Daniel Bichlmann, yang tergabung dengan tim Bike Aid terkesan bisa ambil bagian di TdS 2018. Khususnya di etape kedua. Ia berharap suatu saat nanti bisa datang kembali untuk mengenal lebih jauh tentang Sawahlunto.

"Saya memang belum begitu banyak berkeliling ke daerah ini. Tapi yang saya rasakan, Sawahlunto daerah yang menyenangkan. Apalagi terlihat banyak bangunan tua yang masih bagus di sekitar kota. Saya suka dengan pemandangan ini," ujar Bichlmann seusai balapan.

Etape kedua merupakan rute terjauh di TdS 2018. Selain disuguhi nuansa klasik di Sawahlunto, para pembalap juga bisa menikmati panorama alam di sepanjang perjalanan menuju garis finis. Treknya yang berkelok serta menanjak juga menjadi kenikmatan dan tantangan tersendiri bagi seluruh pembalap.

Video: Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia
 



(RIZ)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id