Foto: ISTIMEWA
Foto: ISTIMEWA

SEA Games 2021

Pegiat Polo Air Perjuangkan Nasib untuk SEA Games 2021

Olahraga olah raga
Antara • 05 Agustus 2020 23:34
Insan polo air di ASEAN akan terus berjuang agar bisa dipertandingkan di SEA Games 2021 Vietnam.
 
Jakarta: Kali Petama, pegiat olahraga polo air se-Asia Tenggara melangsungkan webinar guna membahas nasib cabang olahraga tersebut, yang terancam tidak dimainkan dalam ajang SEA Games 2021 di Vietnam.
 
Webinar yang digagas Federasi Olahraga Renang Asia Tenggara (SEASF) pada hari Rabu ini, diikuti perwakilan polo air dari Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Brunei Darussalam dan lain sebagainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum SEASF Jeffrey Leow membuka acara yang berlangsung hari Rabu, dan di antara peserta webinar yang jadi perwakilan Indonesia ialah Sekjen SEASF Indonesia Harlin Rahardjo, yang juga menjabat Waketum PB PersatuanRenang Seluruh Indonesia (PRSI).
 
Dalam keterangan resminya, Harlin menjelaskan insan polo air akan terus berjuang agar bisa dipertandingkan di SEA Games 2021 Vietnam.
 
"Tentu kita ingin sekali dipertandingkan, kita akan melobi NOC setiap negara supaya polo air bisa dipertandingkan. Salah satu cara juga dengan membantu Vietnam, membina dan mengembangkan tim polo airnya," ujar Harlin.
 
Ditambahkan Ridhwan, perwakilan dari Singapura, akan membutuhkan proses yang tidak mudah supaya polo air bisa dipertandingkan di Vietnam.
 
"Tuan rumah Vietnam saat ini belum mau mempertandingkan polo air di SEA Games karena memang tidak punya tim yang bagus. Untuk itu kita harus saling bantu, bagaimana caranya Vietnam bisa memiliki tim yang bagus. Kita harus bantu pembinaan dan pengembangan polo air di Vietnam," kata Ridhwan.
 
Untuk itu dalam webinar kali ini para pembicara juga menyusun langkah-langkah strategi untuk pengembangan polo air di Asia Tenggara.
 
Menanggapi belum meratanya perkembangan polo air di Asia Tenggara, Pelatih Timnas Singapura Dejan Milakovic menyebutkan bahwa hanya ada turnamen dua tahunan SEA Games yang resmi, sementara peserta rutin hanyalima. Selain itu kejuaraan resmi se-ASEAN baik junior maupun senior tidak ada.
 
Ia berharap agar ada turnamen tahunan di Asia Tenggara selain SEA Games, sehingga negara yang kemampuannya tertinggal bisa ikut mengejar.
 
"Bisa mencontoh ABL atau ASEAN Basketball. Jadi ada turnamen resmi junior dan senior untuk negara ASEAN setiap tahunnya selain di SEA Games," ujar Dejan.
 
"Ini bisa meningkatkan jumlah peserta pada SEA Games nanti. Dan tentu pembinaan polo air di Asia Tenggara berkembang. Ditambah dengan beberapa pelatihan dari pelatih, wasit hingga atlet," katanya menambahkan.
 
Video: Valentino Rossi Memburu Podium ke-200 di Sirkuit MotoGP Ceko

 
(RIZ)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif