PGN Popsivo Polwan merayakan gelar juara Proliga 2019 (Humas Proliga)
PGN Popsivo Polwan merayakan gelar juara Proliga 2019 (Humas Proliga)

Proliga 2019

Final Sengit, Popsivo Jadi Jawara Proliga 2019

Olahraga proliga
Daviq Umar Al Faruq • 24 Februari 2019 07:52
Trofi Proliga 2019 mengakhiri penantian enam tahun PGN Popsivo Polwan.
 
Yogyakarta
: Setelah penantian selama enam tahun, tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan kini sukses menjuarai Proliga 2019.
 
Prestasi itu didapat setelah Popsivo Polwan menaklukkan juara bertahan Jakarta Pertamina Energi dalam partai puncak final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu 23 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PGN Popsivo berhasil menumbangkan Pertamina melalui pertarungan lima set 3-2 (15-25, 25-22, 21-25, 25-23, 15-12).
 
Dengan hasil ini PGN Popsivo pun berhak mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp 200 juta. Sedangkan Pertamina Energi yang keluar sebagai runner up, harus puas dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 100 juta.
 
Juara bertahan Jakarta Pertamina Energi memulai laga dengan langsung menyerang pertahanan PGN Popsivo. Alhasil, Novia Andryanti dan kawan-kawan mampu mengamankan set pertama dengan 25-15.
 
Memasuki set kedua PGN Popsivo mulai bangkit dengan memimpin lebih dulu 14-10. Keunggulan itu membuat mereka semakin percaya diri hingga menutup set kedua 25-22.
 
Set ketiga permainan sengit diperlihatkan oleh kedua tim. Skor saling kejar mengejar. Awalnya Pertamina Energi memimpin terlebih dahulu 9-7 namun mampu disamakan PGN Popsivo 18-18. Set ketiga diamankan Pertamina Energi 25-21.
 
Pada set keempat PGN Popsivo mencoba keluar dari tekanan dengan memimpin 8-6. Namun beberapa kali penerimaan bola pertama mereka kurang bagus, sehingga tertinggal 13-10.
 
Setelah mampu bermain konsisten, Popsivo akhirnya mengunci set keempat 25-23. Pada set terakhir, Popsivo kembali bermain apik dan menutup laga dengan 15-12.
 
Pelatih Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai mengatakan jika timnya beruntunga memiliki pemain Timnas Indonesia yang tampil di Asian Games 2018. Selain itu, kerjasama timnya memang cukup bagus.
 
“Sesuai dengan ekspektasi saya bisa jadi juara Proliga ini. Karena saya sendiri kerja keras untuk bisa mencapai di final hari ini, setelah sebelumnya kita di final four banyak kekurangan, dan dari situ kita bisa memperbaiki,” ujarnya usai pertandingan.
 
Sementara Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Muhammad Ansori mengaku memang banyak kesalahan yang dibuat oleh anak asuhnya. Bahkan lima poin hilang percuma karena kesalahan sendiri.
 
“Mungkin kita terbebani dengan sebelumnya ya, karena dari awal putaran kedua hingga final four kita juara, jadi mungkin dengan itu kita terbebani main bagus dan bisa menang,” kata Ansori.
 
“Jadi tadi itu konsentrasi anak-anak hilang, diset keempat udah leading empat poin itu kita terlena, tidak fokus, tidak konsentrasi jadi banyak poin terbuang sampai lima poin tadi. Dengan ini evaluasinya kita harus mencari pemain muda, karena di JPE kan banyak pemain yang sudah menikah,” jelasnya.
 
Sementara itu, pemain terbaik tim putri jatuh kepada Aprilia Manganang, best server dari Bethania De La Cruz, best setter Tri Retno Mutiara, best spiker Wilda Siti Nurfadillah, best blocker Agustin Wulandari, best libero Yulis Indahyani, best scorer Kokram Pimpichaya, dan pelatih putri terbaik jatuh kepada Chamnan Dokmai.
 
Video: Timnas U-22 Lolos ke Semifinal Piala AFF
 

 

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif