Logo Olimpiade 2020 Tokyo (Philip FONG / AFP)
Logo Olimpiade 2020 Tokyo (Philip FONG / AFP)

Wow, Kuota Wasit Indonesia yang Bertugas di Olimpiade Tokyo Bertambah

Rendy Renuki H • 20 April 2021 21:16
Jakarta: Indonesia dipastikan akan menambah kuota perwakilan International Technical Officials (ITO/wasit atau juri) untuk bertugas di Olimpiade 2020 Tokyo.
 
Adalah Pranarta, juri disiplin loncat indah, yang mendapat kesempatan emas tersebut. Pranarta merupakan juri dari disiplin loncat indah yang pernah bertugas di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan beberapa single event di Eropa.
 
"Kami baru menerima informasi salah satu judge disiplin loncat indah yakni Pranarta ditawarkan menjadi ITO di Tokyo 2020. Kabar ini diterima akhir pekan lalu dan beliau langsung berkoordinasi dengan kami serta PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia)," kata Wakil Sekretaris Jenderal II Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Wijaya M Noeradi di Jakarta, Selasa 20 April 2021.

Pranarta menjadi ITO kedua asal Indonesia yang akan bertugas, setelah sebelumnya wasit tinju bintang tiga Putra Arisa Pohan ditunjuk memimpin pertandingan di Olimpiade Tokyo. Wasit yang akrab disapa Boy Pohan sempat bertugas di Kualifikasi Olimpiade regional Afrika (Senegal, Februari 2020) dan Eropa (London, Maret 2020).
 
Wijaya menjelaskan, NOC Indonesia sudah berkoordinasi langsung dengan Pranarta pada Senin 19 April 2021. Dalam pertemuan tersebut, Pranarta sempat menjelaskan tantangan yang dihadapinya saat ini.
 
"Pranarta membutuhkan refreshment karena sudah setahun tidak memimpin perlombaan akibat pandemi Covid-19. Refreshment bisa dilakukan di FINA Diving World Cup 2021 Tokyo pada 1-6 Mei, tapi karena keperluan karantina dia harus sudah berada di sana pada 26 April," kata Wijaya.
 
Hanya saja, tambah Wijaya, biaya yang dibutuhkan untuk berangkat ke Negeri Sakura tidaklah sedikit. Menurutnya untuk keperluan penginapan saja bisa mencapai Rp4 juta per malam. Itu belum termasuk biaya lain, seperti tiket pesawat, dan lain-lain.
 
"NOC Indonesia akan membantu mencari solusinya. Kami juga akan berkoordinasi dengan PRSI
untuk mencari jalan terbaik. Yang jelas, kesempatan ini sangat berharga untuk Indonesia. Sejalan dengan keinginan Presiden NOC Indonesia (Raja Sapta Oktohari) yang menginginkan federasi nasional memiliki banyak ITO di ajang internasional," tutup Wijaya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan