Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani berlatih olahraga di rumahnya di Simo, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Atlet Para Atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani berlatih olahraga di rumahnya di Simo, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

World Athletics Larang Latihan Berat selama Pandemi

Olahraga atletik
Antara • 03 Juni 2020 21:00
Jakarta: World Athletics melalui Direktur Pusat Pengembangan Regional Asia Pasifik Ria Lumintuarso mengimbau atlet atletik tidak melakukan latihan berat selama masa pandemi covid-19. Sebab, tim pelatih kurang maksimal mengawasi.
 
Dalam seminar daring yang diikuti media di Jakarta, Rabu 3 Juni, Ria menjelaskan bahwa latihan berat sebagaimana yang rutin dilakukan di masa normal tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus dalam pengawasan pelatih.
 
"Kondisi sekarang jangan latihan berat, cukup latihan ringan saja. Dalam latihan berat ada ukuran yang harus dipakai dan pelatih paham dengan hal itu. Latihan ringan pun ada tipsnya. Pelatih tetap punya kewajiban untuk membimbing," kata Ria yang juga aktif sebagai dosen di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, agar latihan ringan bisa berjalan maksimal, baik atlet dan pelatih harus memiliki pranata daring yang memungkinkan proses pengarahan dan konsultasi berjalan dengan lancar.
 
Nantinya, pelatih bisa memberikan paket protokol latihan dari kriteria ringan hingga sedang. Bentuk latihan yang diberikan pun juga bisa beragam, katanya menjelaskan.
 
"Latihan ringan saja, karena yang jadi tujuannya bukan membentuk 'power' tapi lebih ke ketahanan stamina. Ada tipsnya juga supaya tidak gemuk, asupan gizi diperhatikan. Latihan harus tetap berjalan dan pelatih punya kewajiban memastikan semua berjalan efektif," Ria memaparkan.
 
Sebelumnya, Presiden Komite Nasional Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa masa pandemi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap atlet nasional.
 
Sebaliknya, pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu dan kreatif untuk mempersiapkan atlet-atletnya agar bisa bersaing dan meraih hasil terbaik.
 
"Di sinilah dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet, dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Yang pasti, program latihan dijalankan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet," Okto menjelaskan.
 
"Atlet nasional tidak boleh pasrah dan harus memanfaatkan kesempatan agar bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan," pungkas Okto. (ANT)
 


 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif