Menteri Inggris untuk Asia Pasifik, Heather Wheeler, di Stadion Velodrome International Jakarta. (Foto: Theofilus/Medcom.id)
Menteri Inggris untuk Asia Pasifik, Heather Wheeler, di Stadion Velodrome International Jakarta. (Foto: Theofilus/Medcom.id)

Menteri Inggris Terpukau dengan Velodrome di Rawamangun

Olahraga olahraga olahraga bersepeda
Theofilus Ifan Sucipto • 15 Januari 2020 19:12
Jakarta: Menteri Inggris untuk Asia Pasifik Heather Wheeler terpukau saat menyambangi Stadion Velodrome International Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur. Dia senang melihat desain dan kualitas bangunan tersebut.
 
"Terasa fantastis berada di sini," kata Wheeler saat berkunjung ke Stadion Velodrome, Rabu (15/1/2020).
 
Wheeler menjelaskan, pembangunan Stadion Velodrome merupakan hasil kerja sama Indonesia dan Inggris. Dia menyebutkan ada beberapa konsultan Inggris yang terlibat, seperti Mott McDonald dan BuroHappold.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wheeler tampak semringah saat memasuki arena Velodrome. Bahkan dia memuji desain dan warna bangku tribun stadion.
 
"Merah dan putih, warna kebangsaan Indonesia. Sangat bagus," ujarnya.
 
Menteri Inggris untuk Asia Pasifik, Heather Wheeler, diStadion Velodrome International Jakarta. (Foto:Theofilus/Medcom.id)
Menteri Inggris Terpukau dengan Velodrome di Rawamangun
 
Wheeler mengungkapkan, kualitas bangunan Velodrome juga digunakan untuk Olimpiade London. Berkaca dari kualitas bangunan di Inggris, daya tahan fasilitas olahraga ini bisa mencapai 30 tahun.
 
Sementara itu, Wheeler juga menyampaikan rencana kolaborasi Indonesia dan Inggris selanjutnya. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan konsultan Inggris membantu pembangunan stadion sepak bola di Jakarta.
 
"Akan baik jika menggunakan perusahaan yang presisi untuk membangunnya," tutur Wheeler.
 
Dia mengajak masyarakat aktif menggunakan fasilitas olahraga di Stadion Velodrome. Apalagi, kata Wheeler, Stadion Velodrome memiliki fasilitas yang memadai.
 
Kunjungan kerja Wheeler di Jakarta berlangsung selama tiga hari (13-15 Januari). Kunjungan ini merupakan pengalaman pertamanya sejak menjadi Menteri Inggris untuk Asia Pasifik pada Juli 2019.
 


 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif