Caption: Stadion Papua Bangkit (SPABA) yang merupakan venue utama pembukaan PON XX 2020 di Papua. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Caption: Stadion Papua Bangkit (SPABA) yang merupakan venue utama pembukaan PON XX 2020 di Papua. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Pekan Olahraga Nasional XX

PON XX Kemungkinan di Dua Provinsi

Olahraga olah raga
Roylinus Ratumakin • 24 Januari 2020 19:21
Presiden ingin tahu bagaimana progres persiapan penyelenggaraan PON XX di Papua.
 
Jayapura:
Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Suwarno mengatakan, pemerintah pusat saat ini sedang menggodok atau merevisi Peraturan Pemerintah (PP) 17 tahun 2007 terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana dalam Pasal 11 disebutkan PON dilaksanakan di satu provinsi.
 
“Wacana revisi ini muncul ketika ada 10 cabor (cabang olah raga, red) yang tidak bisa dipertandingkan di Papua sebagai tuan rumah PON XX, karena keterbatasan sarana dan prasarana,” kata Suwarno kepada Medcom.Id, Jumat 24 Januari 2020 di Jayapura.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Suwarno, dalam Rapat Terbatas (Ratas) antara Pemerintah Provinsi Papua, PB PON Papua, dan beberapa pejabat Pemprov Papua dengan Presiden Joko Widodo, banyak hal-hal yang dibicarakan termasuk kesiapan Papua sebagai pelaksana PON XX.
 
“Dalam Ratas tersebut, Presiden ingin tahu bagaimana progres persiapan penyelenggaraan PON. Gubernur Papua Lukas Enembe telah menyampaikan dengan gamblang dimana persiapan berjalan dengan baik, tidak ada hal-hal yang prinsip sehingga diharapkan sesuai progress,” ujarnya.
 
Terkait pengurangan cabor dari 47 menjadi 37 cabor, Suwarno mengatakan, dalam Ratas tersebut juga disampaikan bahwa 10 cabor tersebut nanti memerlukan revisi PP 17 tahun 2007.
 
“Sekarang masih dalam proses revisi. Revisi tersebut, pada Ratas sudah dilaporkan dan sudah ada di meja Setneg (Sekretariat Negara, red). Presiden mengatakan, coba segera diselesaikan dan sehingga bisa ditandatangani. Kalau kebijakan tersebut sudah diubah, berarti akan berbunyi, PON akan dilaksanakan lebih dari satu provinsi. Sehingga dilihat dari norma aturan kebijakan, boleh. Kita saat ini memiliki 64 cabor. Dari 64 cabor tersebut memiliki hal yang sama yaitu proses pembinaan,” katanya.
 
Puncak pembinaan telah dilakukan oleh KONI-KONI provinsi dalam bentuk multievent nasional.
 
“Makin banyak cabor yang di pertandingan pada PON, maka semakin banyak kita melakukan kaderisasi atlet menuju multievent internasional, di antaranya SEA Games, Asian Games, maupun Olimpic,” ujarnya.
 
Video: FIFA Setujui 6 Stadion Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2021

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif