Namun, munculnya fenomena Walking Football atau sepak bola berjalan telah mengubah paradigma tersebut. Olahraga ini menawarkan keseruan kompetisi sepak bola namun dengan cara yang jauh lebih santai, aman dan inklusif.
Melansir informasi dari Arthritis Action UK, walking football bukan hanya sekadar permainan hobi, melainkan instrumen kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Apa Itu Walking Football?
Sesuai namanya, walking football adalah variasi dari sepak bola dimana pemain dilarang keras untuk berlari. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan sebagai upaya untuk mengajak orang-orang berusia di atas 50 tahun tetap aktif berolahraga.Meski awalnya ditargetkan untuk lansia, kini walking football atau sepak bola berjalan telah merambah ke semua kalangan, termasuk mereka yang sedang dalam masa pemulihan cedera atau penderita kondisi kronis seperti arthritis.
Aturan utama yang mendasarinya sangat sederhana: satu kaki harus selalu menyentuh tanah setiap saat. Jika seorang pemain tertangkap kamera atau terlihat oleh wasit sedang berlari atau melakukan jogging kecil, maka akan dianggap sebagai pelanggaran dan tendangan bebas diberikan kepada tim lawan.
Banyak lansia yang kini rutin melakukan olahraga satu ini karena cara dan metode bermainnya sangat mudah dan memberikan banyak manfaat.
Sebenarnya, walking football ini sangat mirip dengan sepak bola yang dikenal pada umumnya. Bedanya dengan sepak bola, olahraga ini dimainkan dengan kecepatan pelan atau berjalan kaki dan tidak diperkenankan adanya kontak fisik untuk meminimalisir cedera, sehingga olahraga ini menjadi salah satu alternatif olahraga yang baik bagi para penderita radang sendi.
Baca Juga :
Aturan Sepak Bola Berubah: Kiper Terlalu Lama Pegang Bola, Tim Lawan Dihadiahi Tendangan Sudut
Cara Bermain dan Aturan Dasar
Meskipun terlihat mudah karena hanya berjalan, walking football memiliki teknik dan aturan spesifik yang membuatnya tetap menantang secara fisik dan taktik. Berikut ini adalah cara bermain dan aturan dasar dari olahraga walking football.Dilarang Lari
Dilarang berlari, aturan ini merupakan aturan paling sakral. Pemain harus berjalan dengan langkah cepat, namun tetap menjaga salah satu kaki tetap menempel di tanah.
Kontak Fisik Minimal
Kontak fisik minimal untuk menghindari cedera, tackling keras atau kontak fisik yang sengaja dilarang. Permainan ini lebih mengandalkan akurasi umpan dan penempatan posisi daripada kekuatan fisik.
Bola Lambung Sebatas Kepala
Tinggi bola terbatas, umumnya bola tidak diperbolehkan melambung di atas ketinggian kepala (sekitar 1,8 meter). Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko benturan kepala atau cedera saat mencoba melakukan sundulan.
Dimainkan 5 vs 5 atau 7 vs 7
Permainan biasanya dilakukan di lapangan yang lebih kecil contohnya seperti lapangan futsal, dengan jumlah pemain antara 5 hingga 7 orang per tim. Durasi pertandingan juga biasanya lebih singkat untuk menyesuaikan kondisi fisik pemain.
Manfaat Walking Football bagi Kesehatan Sendi dan Arthritis
Bagi penderita arthritis, menjaga sendi tetap bergerak adalah kunci untuk mengurangi rasa kaku dan nyeri. Walking football memberikan solusi yang tepat karena beberapa alasan sebagai berikut.
1. Memperkuat Otot di Sekitar Sendi
Arthritis sering kali menyebabkan otot di sekitar sendi melemah karena jarang digunakan. Gerakan konstan saat berjalan cepat dalam permainan ini membantu memperkuat otot kaki, panggul, dan inti tubuh (core). Otot yang kuat bertindak sebagai penyangga alami yang membantu menyerap tekanan sehingga beban pada sendi yang sakit berkurang.
2. Meningkatkan Kepadatan Tulang dan Fleksibilitas
Gerakan berjalan dengan intensitas yang terjaga membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang. Selain itu, manuver saat mengoper bola atau menjaga lawan membantu melatih kelenturan tendon dan ligamen, yang sangat krusial bagi penderita kekakuan sendi.
3. Meningkatkan Kesehatan Jantung (Kardiovaskular)
Meski tidak ada lari, walking football tetap mampu memacu detak jantung. Berjalan cepat selama 40-60 menit pertandingan efektif untuk membakar kalori, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kapasitas paru-paru. Ini penting karena penderita arthritis sering kali memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi akibat kurangnya aktivitas fisik.
4. Menjaga Berat Badan Ideal
Setiap kilogram berat badan yang hilang berarti pengurangan beban yang signifikan pada sendi lutut dan panggul. Olahraga ini adalah cara yang menyenangkan untuk membakar lemak tanpa tekanan berlebih pada persendian yang meradang.
Manfaat Psikologis dan Sosial
Selain manfaat fisik, Arthritis Action UK menekankan pentingnya aspek sosial dari walking football. Penyakit kronis seperti arthritis sering kali membuat pengidapnya merasa terisolasi secara sosial karena keterbatasan fisik.Mengurangi kesepian dengan bergabung dengan tim walking football memberikan kesempatan untuk bertemu orang baru dengan kondisi atau minat yang sama.
Meningkatkan kepercayaan diri, contohnya seperti berhasil mencetak gol atau memberikan umpan kunci memberikan rasa pencapaian yang meningkatkan kesehatan mental dan kepercayaan diri terhadap kemampuan fisik sendiri.
Meningkatkan efek endorfin, olahraga ini dapat melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami dan peningkat suasana hati atau yang dikenal sebagai mood booster.
Olahraga ini menawarkan keseimbangan yang sempurna antara aktivitas fisik yang aman, strategi permainan yang cerdas, dan interaksi sosial yang hangat. Dengan mengikuti aturan berjalan kaki, para pemain dapat menikmati kembali gairah sepak bola tanpa harus mengorbankan kesehatan sendi mereka.
Jadi, jika kamu merindukan suasana lapangan hijau namun khawatir akan risiko cedera, walking football adalah jawabannya. Mari terus bergerak, karena bagi sendi yang sehat, gerakan adalah obat terbaik.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News