Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengamati produk lukisan kulit kayu di Kampung Asei Pulau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengamati produk lukisan kulit kayu di Kampung Asei Pulau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Perajin Kulit Kayu Genjot Produksi untuk PON 2020

Olahraga pon 2020
Roylinus Ratumakin • 13 Januari 2020 13:36
Jayapura: Kampung Asei Pulau, merupakan sentra kerajinan kulit kayu di Kabupaten Jayapura. Para perajin mengaku siap menyediakan bahan baku dan memproduksinya menjadi aneka suvenir dalam jumlah banyak untuk menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
 
“Kulit kayu diperoleh dari hutan di Kampung Ayapo. Biasa juga beli dari Warga di Grimewa (Kabupaten Keerom) atau beli bahan jadi di Pasar Hamadi (Kota Jayapura),” kata Konstantina Pulanda, perajin Kulit Kayu di Asei Pulau, Senin, 13 Januari 2020.
 
Pulanda, yang Karib disapa Tina mengolah kulit kayu menjadi pelbagai produk, semisal topi, dompet, tas, dan pakaian. Harga jual bikinannya disesuaikan dengan ukuran, jenis dan kualitas produk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Harganya bervariasi, bergantung bentuk fisik dan jenis barang. Harga paling rendah ialah Rp150 ribu, dan paling mahal, Rp1 juta (sebuah),” ujar Tina.
 
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Joko Susilo Joko mengatakan, para perajin telah menyiapkan kulit kayu sebagai bahan lukisan dan beragam suvenir dalam jumlah besar di Kampung Asei Pulau, Distrik Sentani.
 
“Sosialisasi dan pembinaan juga sudah sejak jauh hari dilakukan agar (perajin) tidak kelabakan dalam menyediakan bahan baku nanti. Saat PON 2020, ada ribuan yang datang ke sini (Papua) sehingga stok (bahan baku) harus disiapkan dalam jumlah besar,” kata Joko.
 
Namun kata Joko, persediaannya harus diperkirakan cukup untuk melayani permintaan selama PON 2020.
 
“Bahan (produk) yang ditawarkan juga harus bervariasi, dari ukiran, ikat kepala, tas tangan, dompet, hingga pakaian. Masyarakat (perajin) diberi ruang untuk menyiapkan segala sesuatunya sehingga nilai eonomi (keuntungan) yang diinginkan bisa terpenuhi,” ujarnya. (Roy Ratumakin)
 
Video: Bungkam Atletico Madrid, Real Madrid Juara Piala Super Spanyol
 

 

(RYN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif