Turnamen yang digelar Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (Henry Kurnia Adhi/ jhon) sebagai ketua humas orado tersebut diikuti sekitar 26 ribu peserta. Jumlah peserta itu membuat kegiatan ini mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Open Turnamen Domino Piala Panglima TNI berlangsung selama satu hari, mulai pagi hingga malam. Untuk pelaksanaan di Jakarta, kegiatan berlangsung di GOR A. Yani yang berada di kompleks Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap.

Turnamen Digelar Serentak di 101 Kota
Open Turnamen Domino Piala Panglima TNI digelar untuk semakin memasyarakatkan olahraga domino di Indonesia. Membuka kompetisi tersebut untuk berbagai kalangan.Sekitar 26 ribu peserta mengikuti turnamen yang berlangsung secara serentak di 101 kota. Jumlah tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan olahraga domino di Indonesia.
Ketua bidang hubungan masyarakat Orado, Henry Kurnia Adhi (Jhon LBF) menyebut kegiatan tersebut telah dinobatkan MURI sebagai pemegang rekor peserta terbanyak dalam sebuah event turnamen. Pelaksanaan di 101 kota secara serentak juga menjadi bagian dari catatan tersebut.
Untuk wilayah Jakarta, kegiatan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026 mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Lokasinya berada di GOR A. Yani, kompleks Mabes TNI Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
ORADO Dorong Perkembangan Domino
Jhon LBF melihat persaingan dalam olahraga domino semakin ketat. Salah satu indikatornya terlihat dari peserta yang mulai serius menjalani latihan sebelum mengikuti turnamen."Kita ada turnamen antarselebriti juga, yang mana teman-teman antarselebriti ini berlatih dengan giat untuk acara hari ini. Saya melihat mereka benar-benar serius berlatih," ujarnya.
Jhon juga menyiapkan fasilitas latihan secara daring untuk membantu pemain meningkatkan kemampuan. Menurutnya, domino tidak hanya mengandalkan permainan, tetapi juga membutuhkan strategi dan kondisi fisik.
"Ini olahraga dengan lebih banyak menggunakan pikiran dan strategi. Fisik juga sangat penting karena pertandingan dari pagi jam 7 sampai malam," katanya.
Atlet Domino Disiapkan ke Level Internasional
Jhon menilai atlet domino membutuhkan kemampuan strategi dan kondisi fisik yang baik. Pertandingan yang dapat berlangsung sejak pagi hingga malam membuat daya tahan menjadi salah satu faktor penting.Pemain juga dituntut mampu membaca gaya permainan lawan. Karena itu, latihan dan konsistensi diperlukan agar atlet dapat mengembangkan kemampuan sekaligus menyiapkan strategi pertandingan.
Ke depan, ORADO tengah menyiapkan langkah untuk bergabung dengan federasi internasional. Organisasi tersebut berharap dapat mencetak atlet domino Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Di tingkat nasional, domino ditargetkan tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Serta mendorong domino berkembang secara bertahap menuju kompetisi internasional hingga masuk dalam agenda Olimpiade.
(Mohammad Althaf Musyaffa)