Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah, dijelaskan bahwa skorsing sementara merupakan langkah prosedural organisasi selama proses pemeriksaan berlangsung.
“CAS telah menolak untuk mencabut skorsing sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional. Dengan demikian, Rizki tidak akan berpartisipasi dalam Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Rizki Tak Pernah Positif Doping Sepanjang Karier
PABSI dan NOC Indonesia menegaskan kasus yang menimpa atlet berusia 23 tahun tersebut tidak berkaitan dengan penggunaan obat atau zat terlarang.
Permasalahan muncul akibat dugaan kegagalan pelaporan lokasi keberadaan. Prosedur tersebut mewajibkan atlet melaporkan lokasi keberadaan mereka agar dapat menjalani tes doping sewaktu-waktu di luar kompetisi.
Rizki Juniansyah tidak pernah mencatatkan hasil tes positif sepanjang kariernya. Tes doping terakhir yang dijalaninya dilakukan pada Agustus 2026.
“Keputusan ini bukan merupakan pernyataan bahwa Rizki sudah melakukan pelanggaran aturan anti-doping. Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang dan Rizki tidak pernah memiliki hasil tes positif sepanjang kariernya,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Rizki Siap Perjuangkan Kasusnya di CAS
Rizki yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, membantah tuduhan tersebut. Ia bertekad terus memperjuangkan keadilan dan nama baiknya dalam sidang CAS selanjutnya dengan dukungan penuh dari PABSI dan NOC Indonesia.
Meski demikian, Rizki, PABSI, dan NOC Indonesia menyatakan tetap menghormati keputusan CAS serta siap mengikuti seluruh proses sesuai aturan anti-doping yang berlaku.
“Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Rizki, PABSI, dan KOI menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang sedang berjalan, serta bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut,” jelas pernyataan tersebut.
“Kami menyayangkan bahwa Rizki, juara Olimpiade dan juara dunia, tidak bisa mewakili Indonesia di Nagoya. Kami berterima kasih kepada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang ada,” tutup pernyataan tersebut.
(Ahmad Raul)