Kapolda Jateng Cup 2026 jadi panggung literasi AI dan investasi generasi muda eSports. (Foto: Istimewa)
Kapolda Jateng Cup 2026 jadi panggung literasi AI dan investasi generasi muda eSports. (Foto: Istimewa)

IPOT Ubah Arena eSports Jadi Kelas Investasi di Kapolda Jateng Cup 2026

Kautsar Halim • 20 Juni 2026 18:42
Ringkasnya gini..
  • IPOT memanfaatkan Kapolda Jateng Cup 2026 untuk mengedukasi komunitas eSports mengenai investasi dan teknologi AI.
  • IPOT menyoroti fenomena FOMO di kalangan investor muda dan pentingnya peningkatan literasi finansial.
  • Melalui pendekatan dunia gaming, IPOT memperkenalkan strategi investasi dan berbagai fitur AI kepada generasi muda.
Surakarta: Arena pertandingan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kapolda Jateng Cup 2026 tak hanya menjadi tempat para gamer beradu strategi demi meraih gelar juara. Di tengah kemeriahan turnamen yang dipadati ribuan peserta dan pengunjung di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (20/6), PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan edukasi investasi dan kecerdasan buatan (AI) bagi generasi muda.
 
Melalui program bertajuk "Generasi Jateng Cerdas Rupiah", IPOT memanfaatkan momentum festival eSports untuk memperkenalkan pentingnya literasi finansial kepada komunitas digital, khususnya kalangan Gen Z yang kini mendominasi dunia gaming dan pasar modal Indonesia.
 
Kehadiran program tersebut mendapat apresiasi dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Menurutnya, Kapolda Jateng Cup 2026 bukan sekadar kompetisi eSports, tetapi juga menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, kemampuan berpikir strategis, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

"Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern, yaitu menggunakan teknologi secara bijak, menjauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat. Kami berharap Kapolda Jateng Cup 2026 dapat menjadi momentum lahirnya talenta muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial," ujar Ribut.
 
Turnamen yang menjadi ajang seleksi menuju Kapolri Cup 2026 itu memperebutkan total hadiah Rp200 juta dan diikuti para pemain terbaik hasil seleksi berjenjang dari tingkat Polres di seluruh Jawa Tengah.
 

IPOT Soroti Bahaya FOMO di Kalangan Investor Muda


Di balik meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia, IPOT melihat masih terdapat tantangan besar berupa rendahnya pemahaman keuangan yang memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
 
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengungkapkan bahwa komunitas eSports memiliki karakter yang sangat dekat dengan dunia investasi, mulai dari kemampuan membaca data, berpikir strategis, hingga mengambil keputusan cepat dalam situasi penuh tekanan.
 
Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang memadai agar tidak terjebak dalam keputusan investasi yang impulsif.
 
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen. Meski demikian, tingkat literasi keuangannya baru berada di angka 73,22 persen.
 
Kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak anak muda yang mulai berinvestasi tanpa memahami risiko secara menyeluruh.
 
"Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik," kata Moleonoto.
 

Saat Skill Mobile Legends Bertemu Strategi Investasi


Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan bertajuk "Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI" yang dibawakan Equity Analyst IPOT, Brigita Kinari.
 
Dalam sesi tersebut, IPOT menjelaskan bahwa banyak keterampilan yang digunakan para pemain Mobile Legends memiliki kesamaan dengan prinsip investasi.
 
Kemampuan membaca pergerakan lawan melalui map awareness dianalogikan sebagai kemampuan membaca kondisi pasar dan risiko investasi. Sementara pengambilan keputusan saat melakukan war disamakan dengan menentukan momentum membeli, menahan, atau menjual aset.
 
Pemilihan item dalam permainan juga diibaratkan sebagai strategi diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko investasi.
 
"Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi AI mampu membantu seseorang menjadi lebih hebat dalam bermain game, maka teknologi yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial," ujar Brigita.
 
Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia gaming, IPOT berupaya menghilangkan anggapan bahwa investasi adalah hal yang rumit dan sulit dipahami oleh generasi muda.
 

Perkenalkan Teknologi AI untuk Investor Ritel


Selain memberikan edukasi, IPOT juga memperkenalkan berbagai teknologi investasi berbasis AI yang kini dapat diakses investor ritel.
 
Peserta diperkenalkan dengan sejumlah fitur unggulan seperti AI Live Trade, AI Real-Time Cockpit, Live Orderbook, hingga LADI (Bandar Detection) yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan secara lebih objektif dan berbasis data.
 
IPOT menegaskan bahwa transformasi tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan sebagai pelopor AI Transformation Platform di Indonesia yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan literasi finansial dalam satu ekosistem.
 
Berbekal dana kelolaan (AUM) sekitar Rp312 triliun dan lebih dari satu juta nasabah, IPOT terus memperluas akses terhadap teknologi investasi yang sebelumnya hanya dinikmati institusi besar agar dapat dimanfaatkan investor ritel, khususnya generasi muda.
 

Kolaborasi IPOT dan Infinix Ramaikan Festival eSports


Kampanye edukasi IPOT semakin menarik melalui kolaborasi bersama Infinix yang menghadirkan berbagai aktivitas interaktif selama turnamen berlangsung.
 
Booth edukasi yang dilengkapi photobooth berbasis AI, kehadiran cosplayer, konsultasi langsung dengan penasihat keuangan berlisensi, hingga berbagai tantangan berhadiah saldo investasi menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung.
 
Pengunjung juga diperkenalkan pada konsep pengelolaan keuangan melalui analogi dunia game, mulai dari mengatur sumber daya hingga membangun strategi jangka panjang untuk mencapai kemenangan.
 
Pendekatan tersebut membuat edukasi investasi terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas eSports.
 
Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT menunjukkan bahwa arena eSports tidak hanya menjadi tempat lahirnya atlet digital berprestasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda menjadi lebih cerdas secara finansial di era kecerdasan buatan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan