Saat mempersiapkan race, sesi long run selalu jadi bagian penting dalam rutinitas latihan pelari. Jaraknya umumnya sekitar 25–30% dari total jarak tempuh mingguan, dengan tujuan membangun daya tahan, meningkatkan performa kardiovaskular, sekaligus melatih mental agar siap menghadapi jarak panjang.
Karena dilakukan dalam durasi lama, kenyamanan sepatu menjadi faktor utama, sehingga membutuhkan sepatu dengan bobot yang ringan, outsole yang tahan lama, dan midsole yang responsif.
Martina Harianda Mutis, Sports Brand Marketing General Manager MAP Active, mengungkapkan, “Pelari urban yang sudah konsisten bisa lari 3-6x seminggu. Akhirnya, sepatunya cepat rusak, daya responsifnya berkurang, dan bikin pelari cepat capek. Padahal yang dibutuhkan pelari urban ini adalah sepatu yang awet untuk jangka panjang dan bisa mengimbangi intensitas mereka. Seri ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Lebih awet, bantu pelari lebih extra miles.”
Terbuat melalui proses infusi nitrogen superkritikal, struktur bantalan midsole ini lebih kokoh dan menghasilkan energy return yang lebih baik. Dengan drop 6 mm yang tergolong moderate, langkah pelari akan terasa lebih stabil karena transisi pijakan dari midfoot ke forefoot lebih terkontrol. Beratnya lebih enteng secara signifikan, estimasi selisih 37 gram dibanding versi sebelumnya.
Baca juga: Kemenpora Sambut Baik Wacana PON 2028 NTT-NTB
Sepatu ini juga langsung dijajal para pelari komunitas di acara Planet Sports Run 2026 pekan lalu, yang sekaligus menjadi momen peluncuran sepatu ini. Pelari-pelari ini umumnya sudah memiliki komitmen dan konsistensi dalam lari, dengan melakukan program latihan harian (daily training) dan jadwal race rutin dalam setahun.“Saya rata-rata berlari sekitar 40–50 km per minggu, dengan frekuensi lari 4–5 kali, mulai dari easy run, speed workout, hingga long run. Setiap sesi memiliki intensitas dan kondisi yang berbeda, sehingga menggunakan sepatu yang nyaman sangat berpengaruh terhadap performa sekaligus kenyamanan saat berlari.” ujar Jessica dari USS Running.
Lebih lanjut Jessica menambahkan, “Sepatu ini terasa seimbang, empuk namun tidak terlalu mushy. Saya pakai untuk easy run 5–10 km hingga long run sejauh 15 km, dan performanya tetap terasa konsisten. Transisinya pun terasa halus, terutama saat berlari dengan pace easy hingga moderate, sekitar 6:00–7:00 per kilometer”
Sementara itu, Irene dari Degen Run Club punya cerita serupa. “Dalam seminggu, saya biasanya berlari 2–3 kali dengan variasi sesi, mulai dari interval, easy run, hingga mid-long run. Bantalan sepatunya terasa nyaman dan membantu membuat lari terasa lebih ringan,” ujarnya.
New Balance 1080v15 terdiri dari 16 colorway: 8 untuk koleksi men dengan warna spesial antara lain medusa green dan reflection with graphite and deep end, dan 8 untuk koleksi women dengan warna spesial rosewood dan sea salt with blue oyster. New Balance 1080v15 telah tersedia mulai 15 Februari 2026 di store Planet Sports dan New Balance dengan harga ritel Rp2.999.999.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News