Bertanding di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang merebut set pertama dengan skor 17-15. Indonesia langsung merespons dan menyamakan kedudukan setelah menang 15-9 pada set kedua.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui set penentuan. Indonesia sempat memberikan perlawanan hingga poin-poin akhir, tetapi Jepang akhirnya mengamankan kemenangan 15-13 sekaligus merebut medali emas.
Sempat Tumbangkan Jepang
Kekalahan di final terasa semakin menyesakkan karena Indonesia sebelumnya mampu mengalahkan Jepang pada fase Grup B.
Indonesia menang 2-1 atas tuan rumah pada 30 September. Skuad Merah Putih merebut set pertama 15-12, tetapi Jepang membalas pada set kedua dengan skor 15-10.
Indonesia kemudian kembali tampil solid pada set penentuan dan menang 15-10. Hasil tersebut menjadi salah satu modal Indonesia sebelum kembali bertemu Jepang di partai puncak.
Melaju ke Final dengan Catatan Sempurna
Indonesia sebelumnya menyapu bersih pertandingan fase grup untuk memastikan tiket ke semifinal. Langkah mereka berlanjut setelah menundukkan Myanmar 2-0 di semifinal.
Indonesia menang 15-13 dan 15-9 atas Myanmar untuk mengamankan tempat di partai puncak.
Dengan hasil di final, Indonesia menutup perjuangan nomor kuadran putra dengan medali perak. Jepang menjadi juara setelah membalikkan hasil pertemuan fase grup dan menang di hadapan pendukung sendiri.
Tim sepak takraw putra Indonesia diperkuat enam atlet, yakni Muhammad Hardiansyah Muliang, Saiful Rijal, Muhammad Ubaidur Rohman, Jelki Ladada, Yudha Aswinatama, dan Andi Try Sandi Saputra. Mereka menjadi bagian dari perjuangan Indonesia yang meraih medali perak di nomor kuadran putra.