Asian Para Games 2018

Tak Ditargetkan Medali, Atlet Senior Para Tenis Meja Tetap Sumbang Perunggu

M. Rizky Adhestian 08 Oktober 2018 12:01 WIB
asian para games
Tak Ditargetkan Medali, Atlet Senior Para Tenis Meja Tetap Sumbang Perunggu
Adyos Astan atlet putra disabilitas cabang olahraga para tenis meja, Adyos Astan (Foto: M. Rizky Adhestian/Medcom.id)
Jakarta: Atlet putra disabilitas cabang olahraga para tenis meja, Adyos Astan, menambah pundi-pundi medali perunggu Indonesia di Asian Para Games 2018, Senin 8 Oktober. Hasil yang mengejutkan, mengingat pria berusia 50 tahun tersebut sebenarnya bukan favorit peraih medali.

Adyos melaju hingga ke babak semifinal tunggal putra kelas TT4, atau dengan menggunakan kursi roda. Namun sayang, langkahnya terhenti oleh wakil Korea, Kim Younggun.

Kim sanggup mengalahkan Adyos lewat tiga game langsung (straight game). Skornya adalah 11-8, 12-10, dan 11-7.


"Saat game kedua saya sebenarnya sudah memimpin cukup jauh 8-4, tapi ya lengah. Akhirnya dia bisa mengejar dan saya kalah. Setelah itu saya agak blank," kata Adyos di Jakarta pada Senin (8/10).

"Tapi memang saya akui lawan saya hebat, dia peringkat satu dunia (di kelasnya)," sambungnya.

Kendati demikian, Adyos tetap merasa telah melampaui ekspektasinya dengan meraih medali perunggu yang secara otomatis jatuh ke tangan semifinalis tersebut.

"Saya sebenarnya sih tidak ada target ya. Saya salah satu atlet yang tidak ditargetkan, tapi ya syukur saya bisa tembus semifinal dan dapat perunggu sudah merupakan pencapaian buat saya," ujar Adyos.

Sementara itu, satu wakil Indonesia lainnya sukses mencapai babak final hari ini. Ia adalah atlet disabilitas putri dari kelas TT11, Ana Widyasari, yang akan berhadapan dengan wakil Hong Kong, Ng Mui Wui, di babak final tunggal putri.

Begini Desain Medali Asian Para Games 2018





(FIR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id