Menpora Zainudin Amali (tengah) didampingi Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) (Dok. Kemenpora)
Menpora Zainudin Amali (tengah) didampingi Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) (Dok. Kemenpora)

Menpora dan NOC Optimistis Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

Olahraga Olimpiade 2032
Rendy Renuki H • 03 Januari 2020 12:31
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua National Olympic Committee (NOC) Raja Sapta Oktohari optimistis Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 dinilai bisa menjadi sarana promosi kepada publik untuk pencalonan tuan rumah tersebut.
 
Menpora mengatakan Komite Olimpiade Dunia (IOC) telah memberikan lampu hijau rencana tuan rumah Olimpiade tersebut. Hal itu ditandai dengan salinan surat apresiasi langsung dari Presiden IOC, Thomas Bach, kepada Duta Besar RI untuk Swiss, Muliawan Hadad, 19 Desember 2019.
 
Surat yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo itu bentuk apresiasi Presiden IOC atas kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke Kantor IOC, Mei 2019. Serta atas kunjungan kedua yang digagas Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, 18 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan kedua merupakan bagian dari keseriusan Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai salah satu calon tuan rumah Olimpiade tahun 2032," ujar Menpora.
 
Sementara, Raja Sapta Oktohari mengatakan NOC Indonesia sudah berkoordinasi dengan pihak lOC dan juga pihak NOC Jepang. Koordinasi tersebut perihal pembangunan Indonesian Village di Olimpiade Tokyo 2020 untuk sarana promosi Indonesia menjadi calon tuan rumah Olimpiade 2032.
 
"Di sana kita akan mengkampanyekan dan memperlihatkan Indonesia di tahun 2032. Kami cukup percaya diri bahwa tahun 2032 kita akan dipercayakan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032," kata pria yang karib disapa Okto tersebut.
 
"Sinyalnya cukup jelas, kami sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden IOC Thomas Bach, mereka juga menyampaikan bahwa kali ini sistemnya berbeda dengan Olimpiade-Olimpiade sebelumnya."
 
"Untuk kali ini tidak ada bidding kontes tapi yang ada adalah pendampingan. Sehingga kita akan berkomunikasi dengan intensif dengan pihak IOC untuk mempersiapkan Olimpiade. Karena itu, kita sama-sama memiliki komitmen dan kami mohon didukung oleh segenap masyarakat Indonesia," pungkas Okto.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif