CEO Campus League Ryan Gozali. (Foto: Istimewa)
CEO Campus League Ryan Gozali. (Foto: Istimewa)

Campus League 2026 juga Bakal Bergulir di Samarinda

Kautsar Halim • 29 Januari 2026 17:39
Jakarta: Samarinda mencatatkan namanya dalam peta baru olahraga mahasiswa nasional. Kota ini resmi ditetapkan sebagai Regional Kalimantan sekaligus tuan rumah Campus League Season 1 pada 2026. Dukungan Bayan Group melalui program Bayan Peduli menjadi fondasi penting yang mengantarkan kompetisi antarkampus tersebut melangkah ke luar Pulau Jawa untuk pertama kalinya.
 
Masuknya Samarinda membuat Campus League 2026 akan berlangsung di enam kota. Lima di antaranya berada di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Samarinda hadir dengan status eksklusif sebagai satu-satunya kota tuan rumah di luar Jawa pada musim perdana penyelenggaraan penuh Campus League.
 
Pada Season 1, Campus League mempertandingkan tiga cabang olahraga utama, yaitu bola basket, badminton, dan futsal. Samarinda dijadwalkan menggelar seluruh cabang tersebut, sekaligus menjadi lokasi pembuka musim melalui pertandingan basket yang direncanakan berlangsung pada April 2026.

CEO Campus League Ryan Gozali menyebut kehadiran Samarinda sejak musim pertama sebagai langkah strategis dalam membuka akses kompetisi yang lebih merata bagi mahasiswa di Indonesia.
 
Ia mengapresiasi sambutan Bayan Group melalui Bayan Peduli yang melihat olahraga kampus bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari kontribusi sosial bagi masyarakat Kalimantan.
 
“Kami bersyukur Campus League mendapat dukungan positif. Bayan Group melalui Bayan Peduli tidak hanya konsisten mendukung penyelenggaraan olahraga, tetapi juga ingin mengembalikan manfaat kepada masyarakat Kalimantan,” ujar Ryan dalam acara Campus Connection di Champione Sports Arena and Cafe, Samarinda, Kamis (29/1).
 
Ryan menilai Kalimantan Timur memiliki potensi atlet mahasiswa yang besar. Namun, keterbatasan akses kompetisi kerap menjadi kendala utama bagi pengembangan talenta.
 
“Kami ingin menjemput bola agar lebih banyak talenta bisa terjangkau. Jika kompetisi hanya terpusat di Jawa, akses menjadi terbatas, baik dari sisi biaya perjalanan maupun kesempatan bertanding,” katanya.
 

Campus Connection di Kota Debutan


Kehadiran Campus League di Samarinda diawali dengan Campus Connection, sebuah rangkaian pra-musim yang khusus digelar di kota debutan. Pada Season 0 tahun 2025, kegiatan ini telah lebih dulu berlangsung di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Memasuki Season 1, Campus Connection diperluas ke wilayah baru sebagai langkah awal membangun ekosistem kompetisi.
 
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas. Sekitar 30 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi di Kalimantan Timur hadir dalam acara tersebut. Bahkan, beberapa peserta datang dari Balikpapan yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Samarinda.
 
Campus Connection menjadi ruang pertemuan antara penyelenggara Campus League dengan perguruan tinggi, komunitas kampus, serta pemangku kepentingan olahraga di Kalimantan Timur. Selain memaparkan konsep dan arah kompetisi, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi kampus yang berminat ambil 
bagian.
 
“Campus League lahir dari semangat memberi ruang yang setara bagi kampus di seluruh Indonesia. Campus Connection menjadi langkah konkret agar kompetisi ini benar-benar relevan dengan kebutuhan kampus di daerah,” ujar Ryan.
 
Bagi Campus League, olahraga kampus bukan semata soal menang dan kalah. Kompetisi dipandang sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan membangun solidaritas. Melalui Campus Connection, kampus-kampus di Kalimantan diajak berkolaborasi membangun ekosistem olahraga mahasiswa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
 
Upaya tersebut berpijak pada tiga pilar utama Campus League, yaitu kemampuan akademik, kebugaran atletik, dan empati sosial sebagai fondasi pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan