Ilustrasi karate (dok. Medcom)
Ilustrasi karate (dok. Medcom)

Karate

Anaknya Juara Karate, Ibu Ini Curhat Cuma Terima Hadiah Rp300 Ribu, Padahal Janjinya Rp2Jt

Gregorius Gelino • 30 November 2025 13:52
Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah juara lomba karate. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, seorang ibu mengeluh karena putranya yang menjuarai lomba karate di pameran NTT BaGaYa pada Agustus lalu hanya membawa pulang hadiah Rp 300 ribu dari Rp 2 juta yang dijanjikan.

Hadiah Terpotong Rp 1,7 Juta

"Sebelumnya saya minta maaf kepada pemerintah atau mungkin pihak-pihak yang berwajib yang menyelenggarakan pameran dan ada pertandingan bela diri karate dan saya sebagai orang tua sangat kecewa karena anak saya dapat juara satu dan malam penutupan pameran mereka naik ke atas panggung menerima hadiah disaksikan begitu banyak orang yang menyaksikan penutupan pameran itu jumlah uang yang diserahkan kepada anak saya itu dua juta tapi tiga bulan dia menunggu uang itu dan malam hari ini, 25 November 2025, dia baru pulang TC (training camp) karate jam setengah sembilan (20.30) dia baru pulang bawa uang hadiah dari juara satu pertandingan karate hanya tiga ratus ribu," kata sang ibu dalam video.
 
Tak lama setelahnya, Kepala Dinas Kominfo NTT, Frederik Koenunu menjelaskan bahwa hadiah lomba telah diberikan kepada FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) NTT oleh Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) NTT. Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskanan, memaparkan bahwa hadiah tersebut dibagi rata oleh FORKI NTT dan diambil sebagai biaya pembentukan karakter.
 
Baca juga: Wamenpora Apresiasi Peran Milo Activ Bangun Budaya Olahraga Sejak Dini

"Hadiah yang diberikan kepada seluruh peserta lomba telah kami bayarkan secara bertahap tentunya dengan melihat aturan keuangan kita untuk membayarkan kepada siapa-siapa yang berhak mendapatkan. Kami sudah membayarkan sesuai dengan besaran yang diterima melalui dinas pemuda dan olahraga (Dispora) provinsi NTT untuk kemudian dilanjutkan kepada induk organisasi olahraga dalam hal ini FORKI NTT untuk kemudian disampaikan kepada atlet yang bersangkutan," ujar Frederik.
 
"Kami telah bertemu dengan orang tua atlet dan juga pelatih dan mendapatkan informasi dari pelatih ternyata apa yang terjadi di FORKI NTT ada pembinaan karakter terkait dengan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas antarsesama atlet sehingga besaran uang yang diperoleh adik kita, dengan nilai kebersamaan itu, mereka saling berbagi sehingga apa yang terjadi di antara para atlet dengan kawan-kawannya tidak tersampaikan ke ibunya sehingga merasa kecewa," tutur Karel.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan