Pembukaan PRIMAROX 2026 dipimpin langsung oleh Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran unsur sipil dan TNI-Polri menjadi salah satu karakter utama perlombaan yang mengedepankan sportivitas, kebersamaan, dan gaya hidup aktif.
Kepala Penerangan Kopassus sekaligus perwakilan panitia, Kolonel Infanteri Indra Mardianto, mengatakan konsep PRIMAROX memang dirancang untuk mempertemukan berbagai kalangan dalam satu arena. Namun, kategori dan podium kompetisi tetap dibedakan agar peserta bertanding sesuai klasifikasinya.
"PRIMAROX 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat semangat sportivitas, kebersamaan, dan pola hidup sehat melalui olahraga," ujar Indra dalam keterangan resmi panitia penyelenggara.
Konsep tersebut membuat peserta sipil tidak harus berhadapan langsung dengan personel TNI atau Polri dalam klasifikasi podium yang sama. Meski demikian, seluruh peserta tetap menjalani tantangan fisik dalam arena dan rangkaian race yang sama.
Delapan Tantangan Fisik Bernuansa Militer
PRIMAROX 2026 memadukan lari dengan delapan station workout. Peserta menghadapi SkiErg 1.000 meter, Tire Flip, Sled Pull, Burpee Broad Jump, Rowing 1.000 meter, Ammo Box Carry, Sandbag Lunges, dan Wall Balls. Rangkaian tersebut kemudian dikombinasikan dengan beberapa segmen lari hingga total jarak sekitar 8 kilometer.
Salah satu tantangan yang menjadi ciri khas PRIMAROX adalah Tire Flip. Peserta harus membalikkan ban berbobot 84 kilogram, dengan jumlah repetisi yang disesuaikan berdasarkan kategori. Ada pula Ammo Box Carry yang mengharuskan peserta membawa kotak dengan beban berbeda untuk kategori pria dan wanita.
Kedua tantangan tersebut memberikan nuansa berbeda dibandingkan hybrid fitness race pada umumnya. Elemen seperti tire flip dan ammo box diadaptasi untuk menghadirkan pengalaman yang terinspirasi dari aktivitas fisik dan perlengkapan dalam lingkungan militer.
Selain tantangan fisik, karakter militer juga terlihat dari identitas visual PRIMAROX 2026. Jersey peserta mengangkat inspirasi corak loreng hitam yang dikaitkan dengan satuan penanggulangan teror (Gultor) Sat-81 Kopassus, kemudian diterjemahkan ke dalam desain yang lebih modern dan dinamis.
Sipil dan TNI Berkompetisi dalam Format Berpasangan
PRIMAROX 2026 membagi peserta ke dalam tiga divisi utama, yakni Single, Double, dan Relay. Format tersebut memungkinkan peserta mengikuti perlombaan secara individu, berpasangan, maupun dalam tim.
Salah satu momen yang turut menarik perhatian adalah keikutsertaan figur publik Gisella Anastasia bersama seorang anggota TNI pada kategori Double Women. Kolaborasi tersebut memperlihatkan konsep PRIMAROX yang mempertemukan masyarakat sipil dan anggota TNI dalam pengalaman olahraga yang sama.
Dukungan terhadap penyelenggaraan PRIMAROX 2026 juga ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Panglima Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pada malam hari, setelah rangkaian kegiatan berlangsung.
Bagi penyelenggara, PRIMAROX bukan sekadar kompetisi untuk menentukan peserta yang paling cepat menyelesaikan seluruh tantangan. Ajang ini juga diarahkan sebagai ruang untuk menguji kemampuan fisik, membangun daya juang, serta mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
Dengan memadukan lari, workout, dan tantangan bernuansa militer, PRIMAROX 2026 membawa format hybrid fitness race ke arena yang mempertemukan masyarakat umum dengan TNI dan Polri dalam suasana kompetisi yang sportif.