Rombongan tiba sekitar pukul 15.00 waktu setempat setelah menempuh perjalanan selama 7 jam 20 menit menggunakan pesawat carter Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA8200. Para atlet dilaporkan tiba dalam kondisi bugar dan siap menjalani tahapan persiapan sebelum bertanding.
Kontingen Indonesia diperkuat atlet dari 12 cabang olahraga, yakni para atletik dengan 25 atlet, para bulu tangkis (15), para renang (12), para angkat berat (10), para tenis meja (9), para panahan (7), para judo (7), boccia (5), para balap sepeda (5), para menembak (3), anggar kursi roda (3), serta para taekwondo (2).
Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan tahap awal setibanya di Nagoya difokuskan pada adaptasi lingkungan dan persiapan teknis. Para atlet masih memiliki waktu untuk menyesuaikan diri sebelum sejumlah pertandingan dimulai.
"Sampai di Nagoya, itu kesempatan bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan tempat karena pertandingan bukan hari ini, tapi mungkin baru mulai nanti di tanggal 16," ujar Reda, Selasa (13/10).
Dua cabang olahraga, yakni para bulu tangkis dan para tenis meja, dijadwalkan memulai babak kualifikasi pada Jumat (16/10), sebelum upacara pembukaan Asian Para Games 2026.
Untuk menunjang kenyamanan dan performa atlet, tim CdM telah melakukan survei lokasi beberapa bulan sebelum kompetisi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan tempat tinggal, posko kontingen, serta jarak antara akomodasi atlet dan tim pendukung.
"CdM sudah survei duluan beberapa bulan yang lalu untuk memastikan tempat-tempat yang menjadi posko kita, menjadi sentral headquarters kita, dan juga kita menandai hotel-hotel yang akan menjadi tempat istirahatnya para atlet, sehingga antara tempatnya para tim pendukung atau CdM dengan para atlet tidak berjauhan," jelas Reda.
Kontingen Indonesia secara keseluruhan terdiri atas 210 personel, mencakup 103 atlet dan 107 ofisial atau pendamping. Reda mengakui besarnya jumlah rombongan menghadirkan tantangan koordinasi, terutama dalam urusan teknis perjalanan dan perlengkapan.
Ia mencontohkan adanya barang yang masih tertinggal di dalam koper dan perlu diperiksa kembali karena tidak boleh dibawa dalam bagasi sesuai ketentuan perjalanan. Namun, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan bantuan tim pendukung di Jepang.
"Alhamdulillah semuanya sudah kita bereskan. Ada hal-hal kecil, tapi bisa segera diatasi karena ada bantuan dari general manajer kita di sini, InJourney di Kota Solo ini, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar," imbuhnya.
Para Bulu Tangkis Bidik Final dan Medali Emas
Optimisme juga datang dari cabang para bulu tangkis yang akan memulai pertandingan pada Jumat (16/10). Koordinator tim pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, menyatakan para atlet telah menjalani persiapan untuk menghadapi persaingan di Nagoya.Pasangan Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5. Meski demikian, Jarot menilai peluang meraih medali tidak hanya bergantung pada satu pasangan, tetapi juga terbuka melalui nomor-nomor lainnya.
"Artinya dari seluruh nomor ini kami punya chance untuk masuk ke perempat final, kemudian nanti ada semifinal dan insya Allah kami tetap dari berbagai nomor ini ke babak final," kata Jarot.
Hikmat Ramdani juga memasang target tinggi dengan membidik medali emas. Selain menjadi prestasi di Asian Para Games 2026, hasil tersebut diharapkan mendukung perjalanannya mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Ia mengatakan persiapan telah dilakukan selama sekitar satu tahun, disertai perjuangan mengumpulkan poin dalam berbagai turnamen internasional untuk memperbaiki peringkat.
"Persiapan satu tahun. Soalnya dari Paris, sampai nanti mungkin LA, cari poin, cari poin. Setelah ini kan Malaysia, lanjut lagi cari poin untuk Paralympic. Kemarin sempat peringkat kesepuluh, terus kami berangkat-berangkat, jadi mix sudah peringkat satu lagi," ujar Hikmat.
Dengan persiapan yang telah dilakukan dan dukungan tim pendamping, kontingen Indonesia berharap mampu tampil maksimal di Nagoya. Adaptasi yang baik, koordinasi yang solid, dan kesiapan bertanding menjadi modal penting untuk mengejar target prestasi Asian Para Games 2026.