Ketua PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie (dok. Kemenpora)
Ketua PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie (dok. Kemenpora)

Akuatik

Anggaran Multiyears Bantu Cetak Atlet Akuatik Taraf Dunia

Gregorius Gelino • 28 Juni 2026 16:11
Ringkasnya gini..
  • Anindya Bakrie menegaskan bahwa mencetak atlet berprestasi dunia tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan butuh perencanaan dan kepastian anggaran jangka panjang (multiyears), bukan dianggarkan per tahun.
  • PB Akuatik Indonesia telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai acuan pembangunan olahraga nasional.
  • Dukungan pendanaan jangka panjang dari pemerintah diharapkan tidak hanya menyasar Pelatnas, tetapi juga program pembibitan dan pembinaan atlet sejak usia dini untuk menjaga keberlanjutan regenerasi nasional.
Jakarta: Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan anggaran Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan skema multiyears (multi-tahun). Kebijakan jangka panjang yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menpora Erick Thohir ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat dibutuhkan demi mencetak atlet-atlet Indonesia yang mampu berprestasi di panggung internasional.

Pembinaan Jangka Panjang untuk Atlet Akuatik

Menurut Anindya, kebijakan anggaran multiyears itu merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan untuk mencetak atlet-atlet Indonesia berprestasi di panggung internasional. Sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga akuatik seperti renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka, PB Akuatik Indonesia menilai pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Butuh dan memerlukan perencanaan jangka panjang.
 
“Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun,” ujar Anindya.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menegaskan, tidak ada atlet berprestasi dunia yang lahir secara tiba-tiba. 

Negara-negara yang selama ini menjadi lumbung juara di ajang-ajang internasional seperti Asian Games dan Olimpiade, telah mempersiapkan atlet mereka sejak usia dini melalui sistem pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang terstruktur.

Baca juga: Kemenpora Dorong Pencak Silat Jadi Industri Olahraga dan Targetkan Olimpiade 2032

Anindya menjelaskan, pihaknya juga telah menyusun peta jalan (road map) pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan olahraga nasional.

Pembibitan dan Pembinaan Berencana

Menurutnya, dukungan pendanaan tidak hanya diperlukan untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas), tetapi juga untuk pembibitan dan pembinaan atlet di setiap cabang olahraga. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan regenerasi atlet nasional.
 
“Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan,” katanya.
 
Lebih lanjut, Anindya optimistis, dengan sistem pembinaan yang kuat sejak usia dini serta dukungan pemerintah melalui skema pendanaan jangka panjang, Indonesia akan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di pentas global.
 
“Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia,” pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan