Kolaborasi bilateral ini tidak hanya mencakup pembinaan atlet konvensional, tetapi juga merambah ke sektor industri kreatif dan teknologi olahraga masa depan.
Modernisasi Olahraga: Fokus pada Phygital Games
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah eksplorasi potensi Sport Industry berbasis digital. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia mulai melirik inovasi Phygital Games, yakni sebuah konsep olahraga yang menggabungkan aktivitas fisik dengan teknologi digital (e-sports).
"Kami membuka peluang eksplorasi potensi sport industry, termasuk inovasi Phygital Games sebagai bagian dari transformasi digital olahraga Tanah Air," ujar Erick Thohir dalam keterangan resmi Kemenpora.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Rusia memiliki pengalaman luas dalam menyelenggarakan turnamen olahraga hibrida berskala internasional Games of the Future di Kazan yang menarik jutaan penonton global.
Penguatan Jejaring Global dan Pembinaan Atlet Unggulan
Selain aspek teknologi, kerja sama ini menitikberatkan pada dua pilar utama pengembangan sumber daya manusia, yakni memperluas jejaring global bagi generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di kancah dunia, serta kolaborasi intensif pada cabang-cabang olahraga prioritas (unggulan) untuk mendongkrak prestasi Indonesia di ajang internasional.
"Fokus kami adalah perluasan jejaring global bagi pemuda Indonesia serta penguatan ekosistem pembinaan atlet pada cabang-cabang olahraga prioritas," ungkap Erick.
Mendorong Prestasi Gemilang di Kancah Dunia
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Plt. Deputi Pengembangan Industri Olahraga Suyadi Pawiro dan Plt. Deputi Bidang Kepemudaan Hendro Wicaksono tersebut, Erick berharap kolaborasi ini menjadi motor penggerak bagi kemajuan SDM Indonesia.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong masa depan yang lebih gemilang bagi generasi muda Indonesia, sekaligus meningkatkan prestasi olahraga kita di masa mendatang," pungkas Menpora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News