Tim putri Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019. (Foto: Humas Proliga)
Tim putri Jakarta Pertamina Energi melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019. (Foto: Humas Proliga)

Proliga 2019

Pertamina Energi Putri Sapu Bersih Final Four Proliga

Olahraga proliga
Daviq Umar Al Faruq • 18 Februari 2019 05:39
Malang: Tim putri Jakarta Pertamina Energi mampu menyapu bersih semua laga pada babak final four Proliga 2019. Pertamina Energi menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan dalam enam laga final four pada putaran pertama (Kediri) dan kedua (Malang).
 
Pada laga terakhir, Pertamina Energi berhasil menaklukkan Jakarta PGN Popsivo Polwan. Meski tak menurunkan pemain utamanya, Pertamina Energi mampu 3-1 (16-25, 25-20, 25-23, 25-11) di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019. Hasil ini pun membuat Pertamina Energi berhasil mengantongi uang pembinaan sebesar Rp 40 juta.
 
Dalam laga terakhir ini, Pertamina Energi menyimpan pemain utamanya sedangkan Popsivo Polwan menurunkan skuad. Hal itu terlihat, Popsivo Polwan bermain cukup ngotot pada set pertama dan memimpin 16-13. Pertamina Energi tak mampu keluar dari tekanan dan menyerah 16-25.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memasuki set kedua, Pertamina Energi masih tanpa pemain utamanya. Namun, mereka mampu menggebrak pertahanan Popsivo Polwan. Mampu bermain lepas, Pertamina Energi menutup set kedua dengan 25-20.

Baca: Klarifikasi Menpora Soal Polemik Bonus Rumah untuk Atlet


Jakarta Pertamina Energi pun tidak mengendurkan permainan pada set ketiga dan langsung memimpin 15-11. Meski mampu menyamakan skor 21-21, Popsivo Polwan dipaksa menyerah 25-23 oleh Pertamina Energi.
 
Memasuki set keempat, Popsivo Polwan menarik pemain utamanya, dan memainkan pemain pelapis. Kondisi itu membuat mereka ketinggalan jauh 4-12. Tanpa perlawanan Pertamina Energi mengakhiri pertandingan dengan 25-11.
 
Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Muhammad Ansori mengaku timnya mampu bermain bagus meskipun menurunkan second layer. Dia menilai, kemampuan pemain utama dan pemain pelapis hampir sama.
 
"Kualitas tim saya hampir sama. Popsivo juga tadi set pertama sampai ketiga tidak melepas. Jadi saya belajar dan mencoba anak-anak untuk menerapkan blok, serve sama defense, ternyata berhasil, dan itu akan kita coba lagi nanti di Jogja," katanya usai pertandingan.
 
Ansori mengaku laga ini dapat menjadi simulasi sebelum menuju pertandingan grand final. Sejumlah pemain utamanya sengaja disimpan untuk disiapkan pada laga puncak.

Baca: Pertamina Energi Kalahkan Jawara Final Four Proliga


"Sapu bersih di final four bukan karena kebetulan. Jadi saat di Kediri kita hanya perlu satu kemenangan, tetapi anak-anak tidak mau karena disitu ada iming-iming dari pengurus, dan hasilnya terbukti walaupun second layer yang main tapi mereka menunjukkan permainan luar biasa," tambahnya.
 
Sementara itu, Pelatih Jakarta PGN Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai mengaku ingin melihat kemampun timnya pada laga ini. Hanya saja, dia menilai secara keseluruhan terdapat kesalahan pada timnya dari beberapa aspek.
 
"Bahkan hanya ada satu spike yang saya keluarkan, yang lain seperti Basa, dan saya tidak merubah strategi saya," kata Chamnan.
 
"Latihan saya lebih fokuskan ke receive, supaya ketika mereka bermain tidak hanya mengandalkan adanya libero. Di Pertamina sendiri ada tiga receive yang bagus, bahkan dilapis keduanya mereka pun ada pemain nasional, sedangkan dikita receive kita tidak bagus sehingga tidak adanya serangan," pungkasnya.
 

Video: Kemana Langkah Liliyana Natsir?
 

 

(PAT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif