NEWSTICKER
Ketua USATF, MAx Siegel. (Christian Petersen / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)
Ketua USATF, MAx Siegel. (Christian Petersen / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Makin Banyak yang Teriak Tunda Olimpiade 2020

Olahraga Virus Korona olimpiade 2020
Kautsar Halim • 22 Maret 2020 09:00
Jakarta: Seruan penundaan Olimpiade 2020 karena pandemi virus korona kian kencang. Khususnya, setelah federasi atletik Amerika Serikat (AS) ikut bersuara.
 
Federasi atletik AS, USA Track and Field, menjadi federasi olahraga berpengaruh terakhir yang meminta Olimpiade ditunda. Max Siegel selaku ketuanya sudah menyampaikan itu lewat surat kepada Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC).
 
Sejatinya, USOPC sempat mengatakan masih terlalu dini untukmembatalkan Olimpiade 2020 karena perhelatannya dijadwalkan pada 24 Juli sampai 9 Agustus. Pernyataan USOPC sama persis dengan pendapat Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach,
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun Siegel menulis, kesehatan dan keselamatan semua orang harus menjadi prioritas utama. Dia menekankan bahwa kondisi belakang ini membuat atlet-atlet atletik AS tidak bisa mempersiapkan diri untuk Olimpiade.
 
Selain itu, tidak hanya USATF saja yang meminta penundaan Olimpiade 2020. Sebab federasi renang AS atau USA Swimming juga menginginkan USOPC mendukung Olimpiade dimundurkan ke 2021.
 
"Kami mendesak USOPC, sebagai pemimpin Gerakan Olimpiade, untuk menggunakan suaranya dan berbicara atas nama atlet," kata CEO USA Swimming Tim Hinchey dalam sebuah surat seperti dikutip AFP, Minggu 22 Maret.
 
Langkah itu diikuti federasi renang Prancis yang menyebut Olimpiade Tokyo tak akan bisa diselenggarakan dengan baik dalam kondisi seperti sekarang. Kemudian, Komite Olimpiade Norwegia (NOC) juga mengamininya karena pemerintah mereka sudah melarang aktivitas olahraga belakangan ini.
 
"Rekomendasi tegas kami adalah Olimpiade di Tokyo tidak boleh dilangsungkan sebelum situasi covid-19 benar-benar terkendali pada skala global," kata NOC.
 
Badan atletik Inggris juga mempertanyakan urgensi menyelenggarakan Olimpiade musim panas ini di tengah ketidakpastian penyebaran COVID-19 yang sudah menewaskan hampir 11.500 orang di seluruh dunia.
 
Di sisi lain, Tomas Bach masih membela keputusan IOC yang menolak pembatalan Olimpiade. "Kita tinggal empat setengah bulan lagi dari Olimpiade," kata Bach kepada New York Times. "Bagi kami, (penangguhan) adalah tak bertanggung jawab."
 
Ketua USOPC Susanne Lyons turut meyakini panitia penyelenggara masih punya waktu untuk menggelar Olimpiade 2020 tepat waktu. "Olimpiade kita bukan minggu depan, atau dua minggu dari sekarang. Itu masih empat bulan dari sekarang," kata Lyons. (ANT)
 

 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif