Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan seluruh bidang kepanitiaan terus bekerja sesuai tahapan yang direncanakan. Persiapan mencakup bidang pertandingan, keabsahan atlet, keamanan, hingga pemenuhan peralatan pendukung.
“Persiapannya 80 persen. Untuk semua bidang sudah melakukan progres pekerjaan, baik bidang pertandingan maupun keabsahan. Entry by name dan entry by number juga sudah selesai, sementara data atlet sedang dalam proses verifikasi,” ujar Pilar, Senin (26/10/2026).
Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi ini akan mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat 15 cabor dibandingkan edisi sebelumnya.
Venue Porprov Banten Masuk Tahap Penyempurnaan
Pilar mengatakan pembangunan venue pertandingan telah selesai. Panitia kini berfokus menyelesaikan pekerjaan minor dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan agar setiap arena siap digunakan sesuai standar pertandingan.
Sejumlah venue telah menjalani verifikasi dan pengecekan oleh KONI Provinsi Banten bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fasilitas memenuhi kebutuhan teknis setiap cabang olahraga.
“Venue sudah selesai, tinggal pekerjaan minor. Insyaallah dalam waktu dekat bisa diserahterimakan kepada Dispora untuk dimanfaatkan pada hari pelaksanaan. Untuk venue yang membutuhkan pekerjaan pendukung, kami juga menyiapkan peralatan tambahan,” kata Pilar.
Meski demikian, tidak seluruh pertandingan akan berlangsung di Tangerang Selatan. Sejumlah cabang olahraga membutuhkan fasilitas khusus yang belum tersedia di wilayah tuan rumah sehingga panitia turut menyiapkan venue di daerah lain.
Penggunaan venue di luar Tangsel dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik cabang olahraga, ketersediaan fasilitas, dan standar pertandingan yang diperlukan.
KONI Banten Perketat Verifikasi Administrasi Atlet
Ketua KONI Banten, Agus Rasyid, mengatakan pihaknya terus menjalankan fungsi pengawasan dan pengarahan untuk memastikan persiapan Porprov berjalan sesuai rencana.
Koordinasi dengan panitia penyelenggara dan pihak terkait dilakukan hampir setiap pekan. Evaluasi juga terus dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan menjelang pelaksanaan kompetisi.
“Persiapannya, kita sudah berkomunikasi hampir tiap minggu. Kekurangan-kekurangan yang ada di Porprov, di kepanitiaan, kita juga perbaiki,” ujar Agus.
Salah satu perhatian utama KONI Banten ialah administrasi dan keabsahan atlet. Pemeriksaan mencakup dokumen kependudukan, status mutasi atlet, serta penyelesaian persoalan administrasi yang masih ditemukan.
Agus mengakui terdapat sejumlah pengajuan yang ditolak dalam proses tersebut. Meski begitu, ia menyebut masih tersedia waktu untuk melakukan pembenahan sebelum pertandingan dimulai.
Proses verifikasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan atlet yang tampil memenuhi ketentuan keikutsertaan Porprov VII Banten 2026.
Porprov VII Banten Pertandingkan 60 Cabor
Porprov VII Banten 2026 akan mempertandingkan 60 cabang olahraga, bertambah 15 cabor dibandingkan Porprov VI Banten yang mempertandingkan 45 cabor.
Peningkatan jumlah cabang olahraga tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi atlet dari kabupaten dan kota di Banten untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Bagi KONI Banten, Porprov juga menjadi momentum untuk menjaring atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi ajang olahraga tingkat nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
“Porprov sendiri harapan saya juga akan melahirkan atlet-atlet baru,” kata Agus.
Ia menegaskan keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari pencapaian prestasi para atlet.
“Mari kita ramaikan, sukseskan. Tentunya bukan hanya sukses pelaksanaan, yang paling penting juga adalah sukses prestasinya,” tutur Agus.
Agus berharap Porprov VII Banten 2026 mampu melahirkan atlet-atlet baru yang berpotensi memperkuat kontingen Banten pada berbagai ajang olahraga mendatang.