Seperti dilansir Antara, Eko finis di posisi empat kelas 65 kilogram putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis (24/9). Ia mencatat total angkatan 302 kilogram, hasil dari snatch 135 kilogram dan clean and jerk 167 kilogram.
Medali emas menjadi milik Pak Myong Jin dari Korea Utara dengan total 328 kilogram. He Yueji dari Tiongkok meraih perak dengan 327 kilogram, sedangkan Tran Minh Tri dari Vietnam mengamankan perunggu dengan 309 kilogram.
Dengan demikian, Eko hanya terpaut tujuh kilogram dari podium.
Eko Terima Hasil Asian Games Terakhir
Aichi-Nagoya 2026 menjadi Asian Games keenam sekaligus penampilan terakhir Eko di pesta olahraga terbesar Asia. Lifter berusia 37 tahun itu mengaku tetap sedih karena gagal naik podium, tetapi memilih menghargai perjuangannya setelah kembali lolos melalui proses seleksi nasional.
“Siapa sih yang enggak sedih, enggak dapat podium. Cuma apresiasi diri sendiri saja, saya sudah berusaha sampai sekarang. Melewati seleknas masih bisa nomor empat,” ujar Eko seusai pertandingan.
Eko juga berusaha menikmati penampilan terakhirnya di Asian Games dan menerima hasil yang didapat.
“Enjoy aja, apa pun hasilnya. Seperti yang kemarin saya bilang sebelum berangkat, ingin menikmati kompetisi. Jadi apa pun hasilnya mesti kita terima,” katanya.
Perjalanan Eko di Aichi-Nagoya tidak sepenuhnya mulus. Ia gagal pada percobaan pertama snatch 135 kilogram, sebelum berhasil mengangkat beban yang sama pada kesempatan kedua.
Eko kemudian gagal mengangkat 138 kilogram pada percobaan ketiga. Pada clean and jerk, ia juga sempat gagal pada angkatan pertama 167 kilogram, tetapi berhasil pada kesempatan kedua. Upayanya mengangkat 175 kilogram pada percobaan ketiga kembali gagal.
Masih Bidik Olimpiade Los Angeles 2028
Meski gagal membawa pulang medali dari Asian Games terakhirnya, Eko belum menutup perjalanan di level internasional.
Ia masih membidik Olimpiade Los Angeles 2028. Eko bahkan berencana kembali mempersiapkan diri mulai bulan depan untuk memperbaiki catatan angkatannya.
“Mudah-mudahan. Persiapan bulan depan ini kalau memang bisa memperbaiki angkatan, kemungkinan berangkat ke China,” ujar Eko ketika ditanya mengenai peluang kembali tampil di Olimpiade.
Eko sebelumnya telah tampil dalam lima edisi Olimpiade. Ia meraih empat medali secara beruntun, yakni perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, serta perak di Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020.
Catatan tersebut membuat Eko menjadi salah satu lifter paling konsisten dalam sejarah olahraga Indonesia di Olimpiade. Ia juga pernah meraih emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Kini, setelah menutup perjalanan Asian Games dengan finis keempat, Eko masih memiliki satu target besar. Ia ingin kembali berjuang menuju Los Angeles 2028 dan memperpanjang perjalanan panjangnya di panggung Olimpiade.