Kilas Balik Asian Games 2014: Incheon, Korea Selatan
Pembukaan Asian Games 2014 di Incheon, Korsel (Foto: AFP)
Jakarta: Asian Games yang ke-17 ini digelar di Korea. Buat Negeri Ginseng itu, Asian Games kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, mereka juga menggelar event serupa pada tahun 1986 dan 2002.

Dikenal pula dengan nama 2014nyeon asian geim dan Hanja, Asian Games 2014 dihelat dari tanggal 19 September sampai 4 Oktober. Presiden Park Geun-hye membuka secara resmi di Asian Main Stadium.

Korea Selatan mengalahkan India dalam pemilihan tuan rumah yang digelar pada 17 April 2007. Incheon menjadi kota terpilih di Korea Selatan, menjadikannya kota ketiga yang menggelar Asian Games setelah Seoul (1986) dan Busan (2002).


Ada beberapa faktor yang menyebabkan Delhi tidak dipilih sebagai tuan rumah Asian Games 2014. Selain karena tawaran yang kurang menarik, pemerintah India juga terkesan tidak serius meski mendaftarkan diri sebagai tuan rumah bersaing dengan Incheon.

Dari 45 anggota yang melakukan voting, Incheon unggul perolehan suara 32-13. Diketahui, Incheon menawarkan 20 juta dolar Amerika Serikat (AS) sebagai uang bantuan kepada negara-negara yang tidak pernah meraih medali emas satu pun sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Selain itu, bidding 200ribu dolar AS kepada negara peserta Asian Games 2014 yang disodori Delhi 10 kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan Incheon.

Lebih jauh, kabar yang berembus menyatakan bahwa Menteri Olahraga India kala itu, Mani Shankar Aiyar, menolak keras Asian Games 2014 digelar di India. Menurutnya, uang yang ada akan lebih baik jika dialokasikan untuk pembangunan fasilitas bagi rakyat miskin.

Tak cuma itu saja, padatnya populasi manusia, polusi udara, dan kemacetan parah di India, khususnya Delhi, membuat Indian Olympic Association (IOA) ragu Asian Games bisa terselenggara dengan baik.

Banjir Rekor dan Kontroversi
Lebih dari 9.000 atlet ikut berpartisipasi yang terbagi dalam 439 events dari 36 cabang olahraga, 28 di antaranya merupakan olahraga yang juga dipertandingkan di Olimpiade 2016. Asian Games 2014 sukses menggelar event olahraga terbesar se-Asia dengan budget rendah.

Sisa delapan cabor merupakan olahraga non-olimpiade, yakni baseball, bowling, kriket, kabaddi, karate, sepak takraw, squash, dan Wushu. Sementara itu, roller sport, olahraga papan (catur, go, xiangqi), cue sports, softball, dancesport, dan perahu naga batal tampil di Asian Games 2014.

Sejumlah rekor pecah di Asian Games 2014, salah satunya Kamboja yang berhasil meraih medali emas pertamanya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Asian Games. Total, terdapat 14 rekor dunia yang tercipta, serta 27 rekor Asia.

Selain rekor, kontroversi juga mewarnai Asian Games 2014. Olympic Council of Asia (OCA) menarik emas yang diraih atlet Tai Cheau Xuen setelah ditemukan fakta bahwa ia melakukan doping. Alhasil, atlet Indonesia, Juwita Niza Wasni mendapatkan emas, Wei Hong (Tiongkok) meraih perak, dan Ivana Ardeilia Irmanto menyabet perunggu.

Yang paling parah menimpa atlet renang tuan rumah, Park Tae-hwan. Enam medalinya dibatalkan setelah pada 27 Mei 2015, atau setahun pasca Asian Games Incheon, ia terbukti mengonsumsi nebido.

Perolehan Medali Indonesia
Tiongkok merajai perolehan medali pada Asian Games 2014 dengan koleksi 345 keping. 151 di antaranya yakni emas, 109 perak, dan 85 perunggu. Tuan rumah Korea Selatan berada di posisi kedua dengan 79 emas, 70 perak, dan 79 perunggu.

Indonesia harus puas berada di posisi 17. Atlet-atlet Tanah Air berhasil membawa pulang empat emas, lima perak, dan 11 perunggu.

Medali tersebut didapat dari 10 olahraga, dengan bulu tangkis sebagai kolektor terbanyak. Sepak takraw dan wushu menguntit di posisi kedua.

Ada pun bulu tangkis berhasil menyumbangkan dua emas, satu perak, dan satu perungu. Satu emas lainnya disumbangkan dari cabor atletik dan wushu.

Perolehan medali Indonesia di Asian Games 2014:
Atletik: 1 emas
Bulu tangkis: 2 emas, 1 perak, 1 perunggu
Bowling: 2 perunggu
Kuda (Equestrian): 1 perunggu
Karate: 1 perak
Dayung: 1 perunggu
Sepak takraw: 3 perunggu
Tenis: 1 perak, 1 perunggu
Angkat besi: 1 perak, 1 perunggu
Wushu: 1 emas, 1 perak, 1 perunggu

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Buka-bukaan Pesilat Ganda Putra Andalan Indonesia di Asian Games 2018




(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id