Novak Djokovic: Foto Istimewa
Novak Djokovic: Foto Istimewa

Novak Djokovic

Pemerintah Australia Batalkan Lagi Visa Novak Djokovic

Olahraga tenis
Antara • 15 Januari 2022 04:53
Jakarta: Australia akhirnya membatalkan visa Novak Djokovic untuk kedua kalinya, Jumat 14 Januari 2022, dengan mengatakan petenis nomor satu dunia yang belum divaksinasi Covid-19 itu dapat menimbulkan risiko kesehatan. Otomatis ini mengakhiri upayanya mencetak rekor gelar Grand Slam ke-21 dalam Australian Open 2022.
 
Menteri Imigrasi Alex Hawke menggunakan wewenangnya untuk membatalkan lagi visa Djokovic, setelah pengadilan membatalkan pencabutan sebelumnya dan membebaskannya dari penahanan oleh imigrasi, Senin. Tidak jelas apakah Djokovic dikembalikan ke hotel detensi imigrasi.
 
"Hari ini saya menggunakan kekuasaan saya berdasarkan pasal 133C(3) Undang-Undang Migrasi untuk membatalkan visa yang dipegang oleh Tuan Novak Djokovic dengan alasan kesehatan dan ketertiban, atas dasar kepentingan umum untuk melakukannya," kata Hawke seperti dikutip Reuters.
 
Menurut Undang-Undang Migrasi yang digunakan untuk membatalkan visa, Djokovic tidak akan bisa mendapatkan visa ke Australia selama tiga tahun, kecuali dalam keadaan memaksa yang mempengaruhi kepentingan Australia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah sumber yang dekat dengan Djokovic membenarkan bahwa dia sedang mempertimbangkan keputusan itu dan pilihannya.
 
Kontroversi tersebut telah memicu perdebatan global yang sengit mengenai hak-hak mereka yang tidak divaksinasi dan menjadi masalah politik bagi Perdana Menteri Scott Morrison saat dia berkampanye untuk pemilu Mei nanti.
 
Walaupun pemerintah Morrison mendapat dukungan masyarakat atas sikap kerasnya terhadap keamanan perbatasan selama pandemi, dia tidak luput dari kritik atas kegagalannya menangani visa Djokovic.
 
"Warga Australia telah berkorban banyak selama pandemi ini dan mereka mengharapkan hasil dari pengorbanan itu dilindungi," kata Morrison.
 
"Inilah yang dilakukan menteri dalam mengambil tindakan hari ini. Kebijakan perlindungan perbatasan kami yang kuat telah membuat warga Australia tetap aman," kata Morrison.
 
"Karena proses hukum yang sedang berlangsung yang diharapkan, saya tidak akan memberikan komentar lebih lanjut."
 
Djokovic (34), juara bertahan Australian Open, diikutsertakan dalam undian sebagai unggulan teratas dan akan menghadapi sesama petenis Serbia Miomir Kecmanovic untuk pertandingan pembukanya pekan depan.
 
Djokovic kabarnya terlihat santai berlatih bersama rombongannya di lapangan kosong di Melbourne Park, Jumat pagi. Dia sesekali beristirahat di kursi untuk menyeka keringat pada wajahnya.
 
Djokovic yang skeptis terhadap vaksin, memicu kemarahan masyarakat Australia ketika mengumumkan pergi ke Melbourne dengan pengecualian medis.
 
Saat tiba, otoritas perbatasan Australia memutuskan pengecualiannya tidak sah dan menempatkannya selama beberapa hari dalam hotel detensi imigrasi bersama para pencari suaka.
 
Hawke mengaku telah mempertimbangkan dengan cermat informasi dari Djokovic dan pihak berwenang Australia seraya menambahkan bahwa pemerintah "berkomitmen kuat melindungi perbatasan Australia, terutama terkait dengan pandemi Covid-19."
 
Australia mengalami lockdown paling lama di dunia, dengan tingkat vaksinasi 90 persen untuk orang dewasa, dan telah menjadi saksi adanya wabah omicron yang menimbulkan hampir satu juta kasus dalam dua pekan terakhir.
 
Video: Hitungan Jam, Tiket MotoGP Mandalika Rp15 Juta Laku Habis Terjual

 
(RIZ)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif