NEWSTICKER
Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda yang digelar PP Pordasi di Yogyakarta (Ist)
Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda yang digelar PP Pordasi di Yogyakarta (Ist)

Pengurus Baru Pordasi Gelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda

Olahraga olahraga
Rendy Renuki H • 16 Maret 2020 22:28
Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menggelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda. Kejuaraan ini merupakan kali pertama diselenggarakan pengurus baru Pordasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Triwatty Marciano.
 
Kejuaraan nasional tersebut digelar pada 15 Maret di Gelanggang Pacuan kuda Sultan Agung Bantul, Yogyakarta. Piala Tiga Mahkota (Triple Crown) menjadi yang diperebutkan dalam kejuraan nasional yang terdiri dari tiga seri ini.
 
Ketiga Seri tersebut diselenggarakan untuk kuda Kelas Derby atau yang berusia tiga tahun. Beberapa Seri tersebut di antaranya Seri 1 ketangkasan kuda derby jarak 1.200 meter pada 15 Maret, Seri 2 ketangkasan kuda derby jarak 1.600 meter pada Mei, dan Seri 3 ketangkasan kuda derby jarak 2.000 meter pada Juli mendatang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbedaan di antara ketiganya adalah pada jarak. Bagi peraih juara pada ketiga Seri tersebut berhak membawa pulang Piala Tiga Mahkota.
 
Dalam sejarah baru, dua ekor kuda berhasil meraih Piala Tiga Mahkota. Pertama, Kuda Manik Trisula (Febrius Abu Bakar) dari Sumatera Barat 2002, dan Kuda Johar Manik (Aragon & Tombo Ati Stable) dari Jawa Tengah pada 2014.
 
Menurut Kepala Bidang Humas dan Publikasi PP Pordasi, Dini Hari Usman, penyelenggaraan kali ini sangat hebat dan pantas mendapatkan apresiasi.
 
"Tentunya karena PP Pordasi sendiri baru dilantik pada 28 Februari 2020. Namun begitu, tetap siap gelar kejuaraan tingkat nasional. Hanya dengan waktu sekitar dua minggu untuk persiapkan kegiatan taraf nasional," kata Dini di Jakarta Senin 16 Maret.
 
Sementara, Wakil Ketua Bidang Publikasi, Prima Ika Yuliasari, mengatakan adapun kejuaraan nasional ini tidak dapat dimundurkan. Walaupun pandemi virus korona tengah menyebar serta mengancam dunia.
 
"Tidak dapat dimundurkannya kegiatan pertama PP Pordasi kali ini terkait dengan usia kuda yang bertanding. Kuda yang bertanding pada Kelas Derby tidak boleh lebih dari tiga tahun, sehingga jika dimundurkan akan banyak calon peserta yang gagal karena melebihi umur tersebut," ujar Ika.
 
Wakil Bidang Humas, Ratu Ira, mengatakan meskipun tetap digelarnya kejuaraan nasional ini tetapi Pordasi tetap memperhatikan masalah kebersihan dan ketertiban.
 
"Kedua hal tersebut dibutuhkan sebagai kewaspadaan atas bahaya virus korona," kata Ira.
 
Selain kelas utama tersebut, ada juga 19 kelas tambahan lainnya, antara lain:
1. Kelas Perdana C/D – 600 meter
2. Kelas perdana A/B – 800 meter
3. Kelas 2 Tahun KPI – 800 meter
4. Kelas Pemula C/D DIV II
5. Kelas Pemula C/D DIV I
6. Kelas sprint D 1.000 meter
7. Kelas sprint C 1.100 meter
8. Kelas pemula A/B 1.100 meter
9. Kelas calon remaja 1.100 meter
10. Kelas E 1.200 meter
11. Kelas Derby Divisi II 1.200 meter
12. Kelas Derby Champ I 1.200 meter
13. Kelas D 1.400 Meter
14. Kelas B 1.800 Meter
15. Kelas A terbuka 2.000 meter
16. Kelas THB 1.000 meter
17. Kelas G 1.000 meter
18. Kelas H 1.000 meter
19. Kelas I 1.000 meter
 
Daftar pememang lomba kelas Derby Champion 1 – 1200 Meter:
1. Juara 1: Nama kuda Gallant Eclipse dari Eclipse Stable (Joki dan pelatih: M Soleran dan R Soleran dari Jawa Tengah).
2. Juara 2 : Nama kuda : Panco dari Aragon Stable (Joki dan pelatih: S. Dedi dan Eddy Saddak, dari Jawa Barat).
3. Juara 3: Nama kuda: Annabelle dari King Halim Stable (Joki dan pelatih: F. Turangan dan Karlan dari Jawa Barat).
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif