Hasil tersebut semakin menegaskan dominasi UNJ sepanjang kompetisi. Tim besutan Theophanic Isfahani Mustafa mengakhiri musim tanpa kekalahan dan mengoleksi 38 poin dari 14 pertandingan.
UNJ sendiri sudah memastikan gelar juara Regional Jakarta sejak 3 Agustus 2026 setelah mengalahkan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) 2-0. Kemenangan atas Unpak kemudian menjadi penutup sempurna bagi perjalanan mereka di kompetisi.
UNJ Tutup Kompetisi dengan 16 Gol
Pertandingan melawan Unpak menjadi gambaran bagaimana dominannya UNJ sepanjang musim. Mereka mampu mencetak 16 gol sekaligus menjaga rekor tidak terkalahkan hingga pertandingan terakhir.
Dengan tambahan tiga poin tersebut, UNJ mengakhiri kompetisi di posisi teratas dengan 38 poin dari 14 laga. Di bawahnya, UKI finis sebagai runner-up, sedangkan UMJ menempati peringkat ketiga.
Sementara itu, Regional Bandung lebih dulu menyelesaikan kompetisinya pada 8 Agustus 2026. STKIP Pasundan keluar sebagai juara setelah menyelesaikan kompetisi dengan rekor sempurna. Regional Bandung itu sendiri diikuti tujuh perguruan tinggi.
Dengan berakhirnya pertandingan Regional Jakarta, seluruh rangkaian Liga Universitas Coca-Cola 2026 resmi rampung.
Digelar Lebih dari Empat Bulan
Liga Universitas Coca-Cola 2026 berlangsung sejak April hingga Agustus dengan mempertemukan tim sepak bola dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung. Secara keseluruhan, kompetisi tahun ini melibatkan 15 tim universitas dan 98 pertandingan di dua regional.
Kompetisi tidak hanya diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kerja sama tim, sportivitas, serta membangun jejaring antarkampus.
Konsep tersebut juga mencakup mahasiswa yang berada di balik layar pertandingan. Liga Universitas Coca-Cola memberikan ruang bagi volunteer, pengelola tim, dan mahasiswa lainnya untuk mendapatkan pengalaman dalam pengelolaan sebuah kompetisi olahraga.
Dua Mahasiswa Bawa Misi Sepak Bola Indonesia ke PBB
Program Liga Universitas Coca-Cola 2026 bahkan mendapat panggung internasional.
Dua peserta, yakni Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mewakili Indonesia dalam program “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York.
Program tersebut berlangsung pada Juli 2026 dan menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sepak bola sebagai sarana pendukung kesehatan mental serta pengembangan generasi muda.
Ratu Tisha Destria, Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Pendiri Yayasan Garuda Gemah Nusa (GGN), menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sepak bola mahasiswa dapat memberikan manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi.
“Liga Universitas Coca-Cola menunjukkan bagaimana sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mendukung perkembangan generasi muda, lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri, seiring dengan perjalanan akademik mereka,” ujar Ratu Tisha.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ekosistem olahraga, institusi pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah agar pengembangan generasi muda melalui olahraga dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Liga Universitas Coca-Cola Ingin Bangun Ekosistem Berkelanjutan
Menurut Ratu Tisha, keberadaan Liga Universitas Coca-Cola tidak dirancang hanya untuk satu musim. Kompetisi tersebut diarahkan menjadi bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola kampus secara berkelanjutan.
"Liga Universitas Coca-Cola ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. Jadi, tidak cuma ada di musim ini saja, tapi kami punya musim berikutnya, alias tiga tahun untuk pembangunan kami," kata Ratu Tisha.
Suasana jumpa pers seusai laga penutup Regional Jakarta. (Foto: Zam/Medcom.id)

Konsep tersebut mencakup pemain, pelatih, pengelola unit kegiatan mahasiswa hingga volunteer yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang bermain di lapangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa lain untuk belajar mengenai manajemen pertandingan, kepanitiaan, dan pengelolaan kompetisi olahraga.
Coca-Cola Dorong Pengembangan Talenta Muda
Komitmen terhadap pengembangan generasi muda juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Liga Universitas Coca-Cola 2026. Eva Lusiana, Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, mengatakan bahwa liga ini mencerminkan komitmen bersama untuk membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui sepak bola.
"Di Coca-Cola, kami senang dapat mendukung sebuah wadah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi, belajar, dan berkembang bersama. Melalui kolaborasi bersama para mitra, kami berharap Liga Universitas Coca-Cola dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan talenta muda sepak bola sekaligus komunitas mahasiswa di Indonesia," ujar Eva.
Komitmen Coca-Cola Indonesia juga tidak berhenti pada pertandingan di lapangan. Melalui Student Ambassador Program, para mahasiswa peserta Liga Universitas Coca-Cola mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dalam kepemimpinan, tata kelola acara, serta kolaborasi dengan komunitas.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong mahasiswa menjadi bagian dari jaringan aktivitas kampus yang terukur dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
UNJ Sempurnakan Musim dengan Rekor Tak Terkalahkan
Bagi UNJ, gelar Regional Jakarta menjadi puncak dari perjalanan panjang sepanjang musim.
Tim asuhan Theophanic harus membagi fokus dengan sejumlah kompetisi lainnya, termasuk Liga 4 dan Elite Pro Academy Liga 2 U-19. Kondisi tersebut membuat kedalaman skuad dan kemampuan melakukan rotasi menjadi tantangan tersendiri.
Namun, UNJ mampu mempertahankan performa konsisten hingga pertandingan terakhir dan menyelesaikan kompetisi tanpa kekalahan.
Theophanic pun mengapresiasi perjuangan seluruh elemen UNJ yang mendukung perjalanan tim.
"Kami bersyukur dapat menyelesaikan turnamen ini tanpa kekalahan. Kemenangan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di Universitas Negeri Jakarta, mulai dari tim pelatih, komunitas universitas, para pendukung, dan tentunya para pemain yang terus menunjukkan komitmen sepanjang musim," kata Theophanic.
Ia juga mengapresiasi Liga Universitas Coca-Cola yang telah memberikan wadah kompetisi bagi sepak bola universitas di Indonesia.
Lebih dari Sekadar Kompetisi Sepak Bola
Pemain UNJ, Afkar Rosyid Ruliyanto, melihat Liga Universitas Coca-Cola sebagai pengalaman yang memberikan pembelajaran di luar lapangan.
"Kompetisi ini memberikan kami kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa lain, belajar dari berbagai tim, dan berkembang bersama melalui sepak bola. Saya berharap ke depannya semakin banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang dapat memperoleh kesempatan seperti yang diberikan Liga Universitas Coca-Cola," ucap Afkar.
Berakhirnya Regional Jakarta sekaligus menutup rangkaian Liga Universitas Coca-Cola 2026. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa, perguruan tinggi, insan sepak bola, serta berbagai organisasi mitra dalam satu ekosistem yang menggabungkan olahraga dan pendidikan.
Liga Universitas Coca-Cola 2026 didukung Coca-Cola Indonesia, Mills, Qatar Airways, United Nations in Indonesia, PSSI, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Daftar Penghargaan Regional Jakarta
Selain gelar juara untuk UNJ, sejumlah penghargaan individu dan tim juga diberikan setelah kompetisi Regional Jakarta berakhir.
Outstanding Volunteer: Fauzi Saputra Husin
Wasit Terbaik: Nurhasan Habibuloh
Pelatih Terbaik: Theophanic Isfahani Mustafa (UNJ)
Tim Fairplay: UI
Kiper Terbaik: Ahmad Farhan Asyakur (Unbor) – 26 saves
Pemain Terbaik: Ikbal Khadafi (UNJ)
Top Skor: Ilhamsyah (Unbor) – 14 gol
Peringkat 3: UMJ
Peringkat 2: UKI
Juara: UNJ
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda