"Talenta kita ada, market kita besar, prestasi kita sudah terbukti, sekarang kita harus membangun sistemnya, memperkuat industrinya, dan terus membawa Merah Putih berprestasi di panggung dunia," ujar Wamenpora Taufik.
Bukan Sekadar Hiburan, Melainkan Industri Masa Depan
Wamenpora menilai esports telah bertransformasi dari sekadar permainan menjadi olahraga prestasi, profesi, hingga industri yang berdampak pada generasi muda. Potensi pasar Indonesia di sektor ini terbilang sangat besar.Peringkat Dunia: Indonesia berada di posisi keempat dunia dengan lebih dari 154 juta pemain gim.
Nilai Industri: Nilai pasar industri gim Indonesia diperkirakan mencapai Rp32,7 triliun.
Selain dari sisi ekonomi, Taufik mengajak semua pihak mengubah sudut pandang (mindset) terhadap olahraga. Menurutnya, olahraga kini harus dipandang sebagai investasi untuk membangun karakter, meningkatkan kesehatan, serta menggerakkan ekonomi digital dan industri kreatif.
Deretan Prestasi Esports Indonesia di Kancah Internasional
Pengembangan ekosistem esports nasional didukung oleh rekam jejak prestasi yang kuat di berbagai ajang dunia:Juara Umum IESF 2022: Meraih predikat juara umum pada IESF World Esports Championship di Bali.
Juara Umum IESF 2024: Kembali meraih posisi juara umum di Riyadh lewat medali emas MLBB Women dan perunggu MLBB Men.
Juara FIFA eWorld Cup 2024: Mencatatkan sejarah di kompetisi esports resmi besutan FIFA.
Juara AFC eAsian Cup: Menjadi juara edisi perdana di tingkat regional.
Medali SEA Games 2025: Mengamankan medali perunggu lewat nomor MLBB Men di Thailand.
Target Menghadapi Olympic Esports Games
Menghadapi tantangan global, Wamenpora mendorong pengurus baru PB ESI yang kini dipimpin oleh Ketua Umum Muhammad Herindra untuk berani memasang target tinggi, terutama dalam menyambut agenda mendatang seperti Olympic Esports Games.Indonesia diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan utama yang diperhitung dalam peta esports dunia.