Maxi Andrada, penjaga gawang RCD Zaragoza (AFP/Walter Cunha)
Maxi Andrada, penjaga gawang RCD Zaragoza (AFP/Walter Cunha)

Pertandingan Liga 2 Spanyol Berakhir Ricuh Usai Kiper Zaragoza Pukul Kepala Kapten Huesca

Alfa Mandalika • 27 Maret 2026 13:40
Ringkasnya gini..
  • Pertandingan LaLiga 2 antara Huesca dan Real Zaragoza berakhir ricuh pada menit akhir.
  • Kiper Zaragoza, Esteban Andrada, melakukan aksi kekerasan terhadap kapten Huesca, Jorge Pulido, yang memicu perkelahian massal.
  • Sejumlah pemain diusir wasit akibat insiden tersebut. Huesca tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
Huesca: Pertandingan lanjutan LaLiga 2 antara SD Huesca melawan Real Zaragoza berakhir ricuh. Laga yang digelar di Stadion El Alcoraz pada Minggu 26 April 2026 tersebut dimenangkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0.
 
Namun, hasil kemenangan yang diraih oleh tuan rumah pada pertandingan tersebut harus tenodai oleh insiden kericuhan antar pemain di penghujung laga yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.
 
Kronologi Insiden Kericuhan Antar Pemain
 
Kericuhan terjadi saat memasuki masa tambahan waktu atau injury time waktu tambahan yang diberikan wasit untuk mengganti waktu terhenti selama pertandingan. Kiper Zaragoza, Esteban Andrada, menerima kartu kuning kedua setelah mendorong pemain Huesca hingga terjatuh.
 
Alih-alih meninggalkan lapangan, Andrada justru kehilangan kendali. Ia mengejar kapten Huesca, Jorge Pulido, lalu memukul bagian kepala belakangnya dengan tangan kanan.
 
Tindakan tersebut memicu perkelahian massal antara pemain dan staf kedua tim. Dalam situasi yang memanas, Dani Jiménez ikut terlibat dengan memukul bagian belakang kepala Andrada. Selain itu, Dani Tasende juga terseret dalam insiden tersebut.
 
Wasit kemudian mengeluarkan beberapa pemain, termasuk Andrada, Dani Jiménez, dan Tasende, akibat keterlibatan mereka dalam kericuhan.
 
Permintaan Maaf dari Kiper Zaragoza
 
Mengutip laporan dari BBC News, Andrada menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya. Ia mengakui kehilangan fokus di momen krusial pertandingan.
 
"Sejujurnya, saya sangat menyesal atas apa yang terjadi. Ini bukan citra yang baik bagi klub, penggemar, maupun saya sebagai profesional," ujar Andrada.
 
Ia juga meminta maaf secara langsung kepada Pulido dan menyatakan siap menerima konsekuensi dari pihak liga.
 
"Saya juga ingin meminta maaf kepada Jorge Pulido karena kami adalah rekan kerja, dan jujur ​​saja, itu kesalahan saya, saya kehilangan fokus saat itu, dan yah, saya di sini untuk menerima konsekuensi apa pun yang mungkin diberikan liga kepada saya," tambahnya.
 
Sikap Tegas dari Klub
 
Pihak Real Zaragoza turut mengeluarkan pernyataan resmi dengan mengecam keras insiden tersebut. Klub menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang mereka junjung.
 
"Kami menyaksikan kejadian yang tidak pantas untuk olahraga ini dan yang seharusnya tidak pernah terjadi," tulis klub dalam sebuah pernyatan.
 
"Peristiwa-peristiwa ini tidak mencerminkan nilai-nilai Real Zaragoza atau para penggemarnya, yang sepanjang sejarahnya telah dicirikan oleh sportivitas, keberanian, dan rasa hormat kepada lawan."demikian pernyataan klub.
 
Kemenangan ini membuat Huesca tetap bertahan dalam persaingan ketat di papan bawah klasemen, khususnya dalam zona degradasi. Di sisi lain, Zaragoza juga masih berada dalam tekanan yang sama untuk menghindari degradasi.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan