Bocah Juara Karate Internasional asal Solo Ingin Jokowi Beli Martabak Ayahnya

Pythag Kurniati 25 November 2018 13:43 WIB
karate
Bocah Juara Karate Internasional asal Solo Ingin Jokowi Beli Martabak Ayahnya
Nanda dan ayah ibunya di depan rumah kontrakan mereka. (Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati)
Solo: "Ingin bertemu Presiden Jokowi" demikian kalimat yang meluncur dari mulut Nandana Putra Purnama (11) saat ditanya mengenai impiannya yang belum terealisasi. Nanda, demikian sapaannya, merupakan juara pertama karate tingkat internasional dalam ajang 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege 2018 di Belgia.

Nanda ditetapkan sebagai juara setelah bertanding di Belgia pada 14-21 November 2018 lalu. Ia mengalahkan 17 orang dari berbagai negara di dunia dalam kategori kata (peragaan). Sedangkan pada pertandingan kumite, bocah yang bersekolah di SD Al-Islam 2 Jamsaren Solo itu berhasil menumbangkan 32 lawannya.

Nanda adalah putra kedua dari pasangan Rohman Sidik Purnomo (42) dan Nuryani Pudji Lestari (37). Sehari-hari Rohman menjual martabak di Jalan Radjiman, Solo, Jawa Tengah. 

Baca: CLS Knights Indonesia Petik Kemenangan Pertama di ABL

Jika bertemu Jokowi, kata Nanda, ada hal yang ia ingin sampaikan pada presiden asal Solo itu. "Pak Jokowi, tolong beli martabak bapak saya," ujar bocah yang telah hafal juz 30 tersebut dengan gaya polosnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Ponconoko I, Tipes, Serengan, Solo, Jawa Tengah.


Nanda mengaku, karate sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia mulai menggeluti karate sejak duduk di bangku TK nol besar.

Meski cita-citanya menjadi astronot, namun Nanda tetap ingin berkecimpung dalam bidang karate hingga ia dewasa. Penyuka pelajaran matematika itu pun masih memiliki sejuta mimpi untuk membanggakan negara serta kedua orang tuanya.


Rohman tengah memangku Nanda (Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati)

Ayahanda Nanda, Rohman Sidik Purnama mengemukakan, kemenangan Nanda tidak serta-merta dibarengi tingginya apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Ia mengatakan, dari kejuaraan tersebut Nanda hanya mendapatkan piala dari pihak penyelenggara.

Sedangkan Kemendikbud, kata Rohman, memberi uang pembinaan sebesar Rp4 juta untuk prestasi putranya di tingkat internasional. Padahal ia berharap, putranya bakal mendapatkan beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi.

Sebab, mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Tapi kami sudah bersyukur. Mungkin rezekinya memang segitu," papar pria yang telah berjualan martabak selama 13 tahun tersebut.



Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id