Duel 10 ronde berlangsung sengit sejak awal. Tampil mengenakan celana boxer berwarna ungu, Andika tampil agresif di ronde satu dan dua.
Namun, memasuki ronde tiga ia mulai kehilangan konsentrasi. Menjelang akhir ronde tersebut, dia pun sempat terhuyung ke tepi ring akibat menerima pukulan Rosales.
Memasuki ronde 4, Andika konsentrasinya semakin menurun. Beberapa kali ia kewalahan mengatasi jab-jab dari petinju Filipina itu, bahkan sampai sempat terjatuh di tengah-tengah ronde.
Meski demikian, putra NTT itu masih belum mau padam. Ronde lima menjadi saksi ketangguhannya. D'Golden Boy berhasil bangkit dan meladeni balik pukulan-pukulan Rosales membawanya lanjut ke ronde 6.
Ronde-ronde selanjutnya Andika tampil semakin beringas. Geraknya semakin lincah sementara lawannya malah sebaliknya.
Jual beli pukulan terus diberikan keduanya. Namun Andika, semakin tak terbendung, hingga di ronde terakhir Andika berhasil membuat pelipis petinju Filipina itu berdarah.
Usai berdarah, Rosales sebetulnya semakin panas. Namun, sayang beberapa menit kemudian lonceng tanda akhir pertandingan berbunyi dan menjadikan Big Match malam itu untuk sang Golden Boy.
Setelah berhasil mempertahankan gelar juara kelas terbangnya Andika dijadwalkan melakoni laga yang lebih besar. Namun, duel itu masih tentatif.
Video:Hazard Dinobatkan Pemain Terbaik Liga Europa 2018 - 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News