Simbol Olimpiade di Kota Tokyo. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)
Simbol Olimpiade di Kota Tokyo. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)

Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Pimpinan Olimpiade Tokyo Cemas dengan Wabah Virus Korona

Olahraga Virus Korona olimpiade 2020
Alfa Mandalika • 06 Februari 2020 13:40
Jakarta: Ketua pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 mengakui bahwa pihak penyelenggara sangat khawatir tentang kemungkinan dampak virus korona baru yang mematikan terhadap Olimpiade musim panas tahun ini.
 
Toshiro Muto mengatakan, dia berharap wabah yang berasal dari Tiongkok itu akan segera terkendali untuk mengembalikan kepercayaan diri menjelang Olimpiade.
 
"Kami sangat khawatir dalam arti bahwa penyebaran virus menular dapat berdampak negatif pada momentum Olimpiade," kata Toshiro dikutip AFP, sebelum pertemuan dengan Komite Paralimpik Internasional (IPC).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berharap wabah itu dapat diberantas secepat mungkin. Kami berencana untuk bekerja sama dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional), IPC, pemerintah dan kota Tokyo untuk mengatasi penyakit ini," sambungnya.
 
Lebih dari 20 negara telah mengonfirmasi kasus-kasus virus, yang telah menewaskan hampir 500 orang dan menginfeksi sedikitnya 24.000 orang di daratan Tiongkok.
 
Lindungi atlet
 
Sejauh ini, Jepang belum melaporkan kematian, tetapi setidaknya 10 orang di kapal pesiar yang membawa 3.711 penumpang dan kru yang dikarantina di Yokohama telah dinyatakan positif terkena virus korona baru.
 
Saburo Kawabuchi, Wali Kota Perkampungan Atlet yang akan menampung 11.000 olahragawan juga prihatin.
 
"Saya berharap dari hati saya bahwa kita dapat mengatasi ini (virus) dan berharap Olimpiade dapat berlangsung lancar," kata mantan kepala sepak bola Jepang itu.
 
"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi para atlet agar mereka dapat menunjukkan penampilan terbaik mereka," sambungnya.
 
Gubernur Tokyo Yuriko Koike berjanji pada akhir pekan untuk menerapkan langkah-langkah menyeluruh untuk melindungi orang-orang dari virus korona menjelang Olimpiade.
 
Jepang telah memperingatkan warga negaranya agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke Tiongkok dan melacak peraturan baru dengan cepat termasuk batasan untuk memasuki negara itu dalam upaya menahan penyebaran virus korona baru yang ganas.
 
Kembangkan alat tes
 
Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji awal pekan ini bahwa negaranya akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan persiapan untuk Olimpiade Tokyo tidak akan terganggu.
 
Dia juga mengungkapkan bahwa Jepang sedang mengembangkan alat tes cepat untuk virus tersebut.
 
"Dengan mengoordinasikan upaya kami dengan WHO dan lembaga terkait lainnya, kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat sehingga persiapan untuk mengadakan acara akan terus berlanjut," kata Abe dalam sesi parlemen.
 
Sesuai jadwal yang dirilis, Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai pada 24 Juli, sedangkan Paralimpiade dimulai pada 25 Agustus.
 
Video: Cerita Greysia/Apriyani Setelah Menjuarai Indonesia Masters 2020
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif