UniGames menjadi panggung terakhir untuk menentukan kampus yang berhak menyandang gelar Grand Champions Campus League Season 1. Selain gelar juara umum, 10 kampus dengan posisi terbaik pada klasemen akhir juga akan mendapatkan apresiasi berupa beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp4,1 miliar.
Ajang multiolahraga antarkampus tersebut sekaligus melanjutkan akumulasi poin yang sebelumnya telah dikumpulkan melalui tiga cabang olahraga utama Campus League, yakni bola basket, bulu tangkis, dan futsal.
Dengan demikian, hasil UniGames akan menjadi penentu akhir persaingan menuju gelar Grand Champions.
Tujuh Cabor Jadi Penentu
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan UniGames tidak sekadar menjadi kompetisi tambahan, tetapi menjadi momentum untuk mengukur konsistensi prestasi setiap kampus sepanjang satu musim.
Pada UniGames 2026, terdapat tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan. Rinciannya adalah sepak bola wanita, biliar, serta lima cabang bela diri, yakni jujitsu, taekwondo, shorinji kempo, kickboxing, dan wushu.
“UniGames adalah puncak dari perjalanan Campus League Season 1. Di sini, seluruh perjuangan yang sudah dibangun sepanjang musim akan diperhitungkan dalam satu klasemen untuk menentukan Grand Champions. Jadi, bukan hanya soal siapa yang kuat di satu cabang, tetapi bagaimana kampus mampu menunjukkan konsistensi prestasi di berbagai cabang olahraga sebagai pembuktian di lapangan,” ujar Ryan.
Sistem perolehan poin membuat persaingan menuju posisi teratas masih terbuka hingga pertandingan terakhir. Medali emas bernilai tujuh poin, perak empat poin, dan perunggu dua poin.
Yang menarik, medali pada nomor beregu dihitung berdasarkan jumlah pemain di lapangan. Sebagai contoh, medali emas dari basket bernilai 35 poin karena nilai emas tujuh poin dikalikan lima pemain yang bertanding.
Sistem tersebut membuat hasil pertandingan beregu dapat memberikan kontribusi besar terhadap posisi kampus di klasemen Grand Champions.
“Yang ingin kami hadirkan melalui UniGames adalah kompetisi yang membuat setiap pertandingan memiliki arti bagi perjalanan sebuah kampus. Mahasiswa tidak hanya bermain untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga membawa nama almamater dan berkontribusi terhadap pencapaian kampusnya di klasemen akhir,” kata Ryan.
UPH Siap Jadi Panggung Penentuan
Universitas Pelita Harapan sebagai tuan rumah menyambut positif kepercayaan menjadi lokasi penyelenggaraan UniGames Grand Champions.
Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa secara menyeluruh.
“Bagi UPH, olahraga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan holistik, sebab pengalaman akademik dan nonakademik saling melengkapi. Di lapangan dan dalam kompetisi, mahasiswa mengasah hard skill, soft skill, dan life skill, sekaligus membentuk karakter lewat disiplin, sportivitas, ketekunan, dan kerjasama,” ujar Andry.
Menurutnya, UniGames juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membangun relasi sekaligus memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia.
“Lebih dari sekadar pertandingan, kami melihat UniGames sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia. Ajang ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berprestasi di bidang olahraga,” imbuhnya.
Wushu dan Biliar Perkuat Ekosistem Atlet Mahasiswa
UniGames juga mendapat dukungan dari tujuh federasi olahraga yang terlibat dalam cabang pertandingan.
Salah satunya Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Sekjen PB WI, Iwan Kwok, berharap kompetisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses regenerasi atlet wushu di tingkat perguruan tinggi.
Harapan tersebut datang setelah wushu Indonesia meraih lima medali perunggu pada Asian Games 2026.
“Kami berharap melalui ajang UniGames ini, proses regenerasi atlet wushu dapat terus berjalan dengan baik dan melahirkan student-athlete yang berprestasi. Wushu merupakan salah satu cabang olahraga andalan utama Indonesia di berbagai multi-event internasional cabang bela diri, sehingga pembinaan yang berkesinambungan di tingkat perguruan tinggi menjadi sangat vital,” ujar Iwan.
Dukungan serupa datang dari Chairman LUGU Group, Hendri Lukito. Ia melihat Campus League dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang menekuni biliar untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menambah jam terbang.
“Tentu kami sangat berharap Campus League jadi inkubator untuk student-athlete cabang biliar. Sehingga mereka punya satu wadah yang proper guna mendapatkan pengalaman, jam terbang untuk bertanding di tingkat nasional yang mungkin masih jarang di kalangan mahasiswa,” kata Hendri.
Tak Hanya Kompetisi Olahraga
UniGames tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga. Campus League juga menyiapkan sejumlah aktivitas yang dapat dinikmati mahasiswa dan masyarakat umum.
Rangkaian acara akan dibuka melalui CL Run pada 6 Desember. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan ditargetkan diikuti sekitar 2.000 peserta.
Selama penyelenggaraan UniGames, pengunjung juga dapat menikmati sport bazaar yang menghadirkan tenant F&B, booth Campus League dan sponsor, serta area hiburan.
Puncak rangkaian akan ditutup melalui Campus Festival yang menghadirkan sejumlah musisi papan atas Indonesia. Pada momen tersebut, Campus League juga akan mengumumkan kampus yang berhasil menjadi Grand Champions Season 1.
Dengan konsep tersebut, Campus League ingin menjadikan UniGames bukan hanya sebagai ajang penentuan juara umum, tetapi juga perayaan bagi komunitas olahraga mahasiswa.
Ada Beasiswa Rp4,1 Miliar
Selain memperebutkan gelar Grand Champions, kampus-kampus dengan performa terbaik juga berpeluang mendapatkan manfaat jangka panjang melalui program beasiswa pendidikan.
Total nilai beasiswa yang disiapkan mencapai Rp4,1 miliar dan diperuntukkan bagi 10 kampus dengan posisi terbaik pada klasemen akhir Grand Champions.
Ryan mengatakan pemberian beasiswa menjadi bagian dari upaya Campus League untuk menghubungkan prestasi olahraga dengan pendidikan.
“Sejak awal, Campus League kami bangun bukan hanya untuk menghadirkan kompetisi, tetapi menciptakan ruang bagi student-athlete untuk berkembang melalui olahraga. Karena itu, pencapaian di UniGames juga kami hubungkan dengan sesuatu yang memiliki dampak lebih panjang, salah satunya melalui beasiswa pendidikan bagi kampus-kampus terbaik,” pungkas Ryan.
Dengan tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan dan sistem poin yang masih membuka peluang perubahan klasemen, UniGames Grand Champions akan menjadi penentu perjalanan panjang Campus League Season 1.
Kini, setiap pertandingan bukan hanya soal kemenangan di arena, tetapi juga menentukan posisi akhir kampus dalam perebutan gelar Grand Champions dan bagian dari total beasiswa pendidikan Rp4,1 miliar.