Indonesia langsung tertinggal cepat pada awal laga dari Korea dengan skor 2-10. Memanfaatkan shooter mereka, Park Hana, Korea kerap mendapatkan angka lewat tembakan tiga angka dan merebut kuarter pertama dengan skor 25-8.
Perolehan skor Indonesia kembali tertinggal dari Korea di kuarter kedua dengan 20-58. Meski pemain andalan Indonesia Gabriel Sophia mampu menambah pundi angka 12, namun belum mendongkel poin Indonesia.
Usai jeda, permainan Indonesia kembali mengendur dan hanya mampu mencetak sembilan poin di kuarter ketiga. Turnover yang kerap dilakukan Indonesia menambah derita Gabriel cs yang tertinggal 9-21 dengan total poin 29-79.
Perlawanan Indonesia berakhir dengan angka 40-108 dari Unifikasi Korea. Kekalahan itu pun membuat Indonesia terpuruk di posisi juru kunci, sedangkan Unifikasi Korea berada di puncak klasemen dengan torehan dua poin.
Biang kekalahan Indonesia pada laga itu banyak berasal dari kesalahan sendiri. Salah satunya turnover yang dilakukan Indonesia yang mencapai 43 kali. Berbanding dengan Unifikasi Korea yang hanya melakukan 11 turnover sepanjang laga.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
Video: ?Atlet Jetski Indonesia: Memalukan Kalau Indonesia Targetkan 10 Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News