Virtual Taekwondo memadukan teknik taekwondo dengan teknologi virtual reality tanpa kontak fisik antar atlet.  (Dok. virtualtkd.gg)
Virtual Taekwondo memadukan teknik taekwondo dengan teknologi virtual reality tanpa kontak fisik antar atlet. (Dok. virtualtkd.gg)

Virtual Taekwondo Debut di Asian Games 2026, Begini Cara Mainnya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 September 2026 14:34
Ringkasnya gini..
  • Jakarta: Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, akan menghadirkan cabang olahraga baru yang memadukan seni bela diri dengan teknologi. Virtual Taekwondo resmi masuk dalam program kompetisi dan akan menjalani debutnya di ajang Asian Games.Melansir laman Olympics.com, Olympic Council of Asia (OCA) mengonfirmasi Virtual Taekwondo sebagai bagian dari Asian Games ke-20 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.Virtual Taekwondo berbeda dari taekwondo konvensional karena atlet tidak saling melakukan kontak fisik. Pertandingan menggunakan teknologi virtual reality (VR) dan perangkat pelacak gerakan untuk menerjemahkan gerakan atlet ke dalam arena virtual.Cara Bermain Virtual TaekwondoDalam pertandingan, atlet menggunakan headset VR serta perangkat motion tracking. Gerakan seperti tendangan dan perpindahan tubuh akan ditampilkan dalam lingkungan virtual sehingga atlet seolah-olah berhadapan dengan lawan digital.Dilansir dari The Economic Times, penilaian tidak ditentukan dari benturan fisik, melainkan dari kekuatan dan akurasi serangan virtual. Poin akan tercermin melalui sebuah power gauge, dan atlet dengan skor tertinggi ketika pertandingan berakhir menjadi pemenangnya.Format pertandingan di Asian Games 2026 akan menggunakan nomor individu campuran. Kompetisi berlangsung dengan sistem gugur yang melibatkan 16 peserta.Beda dari Taekwondo KonvensionalMeski sama-sama menggunakan teknik dasar taekwondo, Virtual Taekwondo memiliki pola pertandingan yang berbeda. Atlet dituntut terus bergerak dan melakukan serangan untuk mengumpulkan poin.The Economic Times melaporkan atlet Virtual Taekwondo cenderung lebih banyak menggunakan tendangan depan karena gerakan tersebut dapat menghasilkan serangan yang lebih kuat dalam sistem virtual. Pertandingan juga berlangsung dengan tempo tinggi karena atlet dapat melakukan gerakan dan tendangan secara hampir terus-menerus.Kondisi tersebut membuat stamina tetap menjadi faktor penting. Bedanya, atlet tidak perlu menghadapi risiko benturan langsung seperti dalam pertandingan taekwondo konvensional.Debut di Asian Games menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan Virtual Taekwondo. Sebelumnya, olahraga ini telah diperkenalkan dalam sejumlah ajang internasional dan berkembang sebagai perpaduan antara olahraga fisik dan teknologi virtual.Virtual Taekwondo akan menjadi salah satu cabang baru dalam program Aichi-Nagoya 2026 bersama sejumlah olahraga lainnya. Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi mulai digunakan untuk menghadirkan format kompetisi baru dalam ajang olahraga multi-event.
  • Atlet menggunakan perangkat VR dan motion tracking untuk bertanding tanpa kontak fisik langsung.
  • Kompetisi menggunakan nomor individu campuran dengan format gugur 16 peserta dan penilaian berdasarkan kekuatan serta akurasi serangan virtual.
Jakarta: Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, akan menghadirkan cabang olahraga baru yang memadukan seni bela diri dengan teknologi. Virtual Taekwondo resmi masuk dalam program kompetisi dan akan menjalani debutnya di ajang Asian Games.

Melansir laman Olympics.com, Olympic Council of Asia (OCA) mengonfirmasi Virtual Taekwondo sebagai bagian dari Asian Games ke-20 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Virtual Taekwondo berbeda dari taekwondo konvensional karena atlet tidak saling melakukan kontak fisik. Pertandingan menggunakan teknologi virtual reality (VR) dan perangkat pelacak gerakan untuk menerjemahkan gerakan atlet ke dalam arena virtual.

Cara Bermain Virtual Taekwondo

Dalam pertandingan, atlet menggunakan headset VR serta perangkat motion tracking. Gerakan seperti tendangan dan perpindahan tubuh akan ditampilkan dalam lingkungan virtual sehingga atlet seolah-olah berhadapan dengan lawan digital.

Dilansir dari The Economic Times, penilaian tidak ditentukan dari benturan fisik, melainkan dari kekuatan dan akurasi serangan virtual. Poin akan tercermin melalui sebuah power gauge, dan atlet dengan skor tertinggi ketika pertandingan berakhir menjadi pemenangnya.

Format pertandingan di Asian Games 2026 akan menggunakan nomor individu campuran. Kompetisi berlangsung dengan sistem gugur yang melibatkan 16 peserta.

Beda dari Taekwondo Konvensional

Meski sama-sama menggunakan teknik dasar taekwondo, Virtual Taekwondo memiliki pola pertandingan yang berbeda. Atlet dituntut terus bergerak dan melakukan serangan untuk mengumpulkan poin.

Atlet Virtual Taekwondo cenderung lebih banyak menggunakan tendangan depan karena gerakan tersebut dapat menghasilkan serangan yang lebih kuat dalam sistem virtual. Pertandingan juga berlangsung dengan tempo tinggi karena atlet dapat melakukan gerakan dan tendangan secara hampir terus-menerus.

Kondisi tersebut membuat stamina tetap menjadi faktor penting. Bedanya, atlet tidak perlu menghadapi risiko benturan langsung seperti dalam pertandingan taekwondo konvensional.

Debut di Asian Games menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan Virtual Taekwondo. Sebelumnya, olahraga ini telah diperkenalkan dalam sejumlah ajang internasional dan berkembang sebagai perpaduan antara olahraga fisik dan teknologi virtual.

Virtual Taekwondo akan menjadi salah satu cabang baru dalam program Aichi-Nagoya 2026 bersama sejumlah olahraga lainnya. Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi mulai digunakan untuk menghadirkan format kompetisi baru dalam ajang olahraga multi-event.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan