Peluang Emas Para Bulu Tangkis Beregu Putra
Manajer para bulu tangkis Indonesia, Sapta Kunta Purnama. (Medcom.id/Rendy Renuki H)
Jakarta: Tim para bulu tangkis beregu putra Indonesia berpeluang besar merebut medali emas Asian Para Games 2018. Hal itu diungkapkan manajer para bulu tangkis Indonesia, Sapta Kunta Purnama.

Apalagi, bulu tangkis beregu putra Indonesia saat ini sudah memijaki babak semifinal. Hasil yang diraih setelah mengalahkan Hong Kong setelah kedua kubu sama-sama mendapatkan jatah bye di babak pertama.

Indonesia pun mampu mengalahkan Hong Kong di perempat final, Sabtu 6 Oktober dengan skor 2-0. Kemenangan yang membuat Indonesia melaju ke semifinal dan akan menghadapi Thailand yang melaju usai mengalahkan Korea Selatan 2-1.


Sapta mengatakan peluang Indonesia sangat terbuka mendapatkan emas, karena dihuni skuat yang kuat. Apalagi, tim para bulu tangkis beregu ini merupakan juara bertahan di Asian Para Games 2014 lalu di Incheon, Korea Selatan.

Klik: Para Bulu Tangkis Putra Optimistis Sabet Emas


"Memang ada perubahan di beberapa negara, tapi tidak signifikan. Berbeda dengan Indonesia, kita tambah kekuatan di tunggal putra upper (disabilitas bagian tubuh atas) atas nama Deffa Andri. Jadi kita tambah kuat," tuturnya saat ditemui usai pertandingan melawan Hong Kong, Sabtu 6 Oktober di Istora Senayan, Jakarta. 

Meratanya kekuatan Indonesia di semua sektor diakui Sapta menjadi modal bagus untuk menjegal Thailand di semifinal. Tinggal bagaimana mengatur formasi siapa yang akan diturunkan, Minggu 7 Oktober, untuk menjaga stamina.

Pasalnya, jika lolos dari babak semifinal, tim para bulu tangkis begeru Indonesia akan langsung memainkan laga final. Jika berhasil menapaki final, Indonesia akan bertemu pemenang antara India yang akan menghadapi Malaysia sebagai unggulan kedua.

"Tim beregu Indonesia ini terdiri dari enam pemain (tiga disabilitas tangan dan tiga disabilitas kaki) yang memiliki kekuatan berimbang. Jadi untuk laga ini (lawan Thailand), kami tinggal atur strategi saja agar pemain tidak capek" jelas Sapta. 

"Karena mereka ini kan juga akan main di nomor perorangan, jadi jangan sampai di terlalu di porsir di nomor ini saja. Sebab di perorangan kan lawan juga ada yang bagus, seperti Tiongkok," tutupnya.

 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id