Hashimi dinyatakan finis kedua untuk cabor balap sepeda nomor road race putri. Ia hanya kalah dari pembalap Tiongkok, Guo Li, sedangkan medali perunggu menjadi milik Leung Wing Yee dari Hong Kong.
Jalannya balapan berlangsung sengit pada Selasa 22 September di Shinshiro Cycling Road Course yang memiliki jarak 90,4 kilometer. Guo Li dan Hashimi sejatinya sama-sama mencatatkan waktu 2 jam 50 menit 5 detik.
Namun, Guo Li dinyatakan sebagai pemenang setelah photo finish menunjukkan dirinya melewati garis akhir lebih dulu. Sementara itu, Leung Wing Yee finis 41 detik kemudian.
Medali perak tersebut menjadi pencapaian penting bagi Hashimi yang kini tinggal dan berlatih di Italia. Sebab, belum pernah ada atlet sepeda Afghanistan yang mampu menyumbang medali di sepanjang sejarah Asian Games.
Pernah Menyamar Jadi Pria
Hashimi mulai menekuni olahraga sepeda ketika berusia 15 tahun setelah mengikuti jejak kakak perempuannya, Yulduz Hashimi, yang juga pembalap sepeda profesional.
Namun, perjalanannya di Afghanistan tidak mudah. Di Provinsi Faryab, tempat ia berasal, Hashimi harus menyamar sebagai pria ketika mengikuti latihan.
Dalam wawancara dengan Reuters, Hashimi mengatakan dirinya harus mengenakan pakaian pria dan bahkan menggunakan dua atau tiga lapis masker agar tidak dikenali ketika berlatih. Ia juga mengaku pernah dilempari batu dan botol saat bersepeda.
Situasi tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Hashimi dan kakaknya hingga akhirnya meninggalkan Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa pada 2021.
Dengan bantuan mantan juara dunia road race, Alessandra Cappellotto, Hashimi kemudian pindah ke Italia untuk melanjutkan kariernya.
Tampil di Olimpiade Paris
Perpindahan ke Italia membuka jalan bagi Hashimi untuk terus berkembang sebagai atlet. Ia dan Yulduz kemudian tampil pada Olimpiade Paris 2024.
Dua tahun setelah tampil di Olimpiade Paris, Hashimi berhasil naik podium di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Usai meraih perak, Hashimi berharap pencapaiannya dapat memberi inspirasi bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia untuk terus mengejar impian meski menghadapi berbagai tantangan.
"Menerima medali perak ini adalah momen yang akan saya bawa seumur hidup," tulis Hashimi melalui akun Instagram resminya.
Hashimi juga mempersembahkan pencapaian tersebut kepada setiap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia yang terus mengejar impian mereka meski menghadapi tantangan dan rintangan.
"Kamu bisa melempar batu, kamu bisa mencoba menghentikanku, tetapi kamu tidak bisa menghentikan seseorang yang percaya pada tujuannya," tulis Hashimi.
Hashimi juga mengatakan dirinya tidak ingin menyerah dan berharap masih bisa kembali berkompetisi pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Bagi Hashimi, medali perak Asian Games 2026 bukan sekadar pencapaian di atas lintasan. Prestasi tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk mengejar mimpi sebagai pembalap sepeda putri level dunia.