Rencananya, NOC akan memaksimalkan peran masyarakat Indonesia di Jepang mendukung para atlet. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo digandeng untuk bisa memfasilitasi dan memobilisasi suporter.
"Pada fase persiapan, kami akan memasukkan bujet khusus di anggaran untuk masyarakat
Indonesia yang berada di Jepang agar mendukung Kontingen Indonesia di Olimpiade. Dalam
waktu dekat kami bakal membangun komunikasi dengan KBRI di Tokyo," kata Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.
Pria yang pernah menjabat Chef de Mission (CdM) Olimpiade 2016 Rio de Janeiro menjelaskan koordinasi dengan KBRI penting dilakukan. Terlebih, Olimpiade Tokyo diselenggarakan dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.
Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (TOGOC) pun sudah memberikan larangan bagi penonton dari luar Jepang untuk menghadiri langsung pesta olahraga empat tahunan paling bergengsi sedunia. Saat ini, mereka juga tengah mempertimbangkan pembatasan kuota penonton sebanyak 50 persen dari kapasitas kursi di venue pertandingan.
"Aturan-aturan baru ini membuat kami harus menyiapkan langkah-langkah baru. Sebab,
kami harus membangun dukungan dan semangat untuk atlet-atlet yang tampil di
Olimpiade," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden dan Ketua Harian
Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC).
Lebih lanjut, Okto menjelaskan, format pengerahan dukungan untuk atlet-atlet Indonesia ini
nantinya bakal dibahas lebih detail dengan pihak KBRI di Tokyo.
"Ada banyak cara yang dapat dilakukan. Tak sekadar penyediaan tiket pertandingan karena
itu bakal menjadi tantangan tersendiri. Banyak cara lain yang bisa kami lakukan karena di
sana kami juga akan menyediakan Rumah Indonesia sehingga masyarakat Indonesia yang
berada di Jepang bisa beriteraksi dengan atlet-atlet kita," tambah Okto.
Saat ini, Indonesia setidaknya hampir dipastikan mengantongi 13 tiket tampil di Olimpiade. Empat di antaranya digenggam Lalu Muhammad Zohri, penembak Vidya Rafika Rahmatan Toyyiban (50m rifle 3 position putri), serta dua kuota entry-by-number untuk pemanahan putra dan putri.
Dua tiket lain hampir pasti digenggam lifter Eko Yuli Irawan (61 kg putra) dan Windy Cantika (49 kg putri). Mereka masuk dalam posisi aman ranking 'Road to Tokyo' Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).
Sisanya diamankan cabang bulu tangkis dengan tujuh wakil yang masuk daftar aman perburuan poin 'Road to Tokyo'. Di antaranya Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).
Angkat besi dan bulu tangkis masih berpotensi menambah wakil, mengingat kualifikasi 'Road to
Tokyo' masih berlangsung. Angkat besi akan menutup kualifikasi pada Mei 2020, sementara
kualifikasi bulu tangkis akan ditutup di Singapore Open pada 1-6 Juni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News