Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang merupakan venue yang ditetapkan sebagai pembukaan dan penutupan PON XX di Papua. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang merupakan venue yang ditetapkan sebagai pembukaan dan penutupan PON XX di Papua. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Jelang PON Papua 2020

DPR Usulkan PON Papua Ditunda

Olahraga tuan rumah pon 2020 pon 2020
Media Indonesia • 09 April 2020 09:06
Jakarta: Persiapan yang terganggu karena pandemi wabah korona membuat atlet bakal tidak maksimal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua yang dijadwalkan Oktober mendatang. Itu pula yang mendasari wacana untuk menunda pelaksanaan multiajang olahraga nasional empat tahunan tersebut.
 
Anggota Komisi X DPR Illiza Sa'aduddin Jamal berpandangan, jika PON dipaksakan untuk digelar, para atlet tidak bisa maksimal untuk bertanding.
 
"Dalam kondisi seperti ini, saya mengusulkan agar PON ditunda. Ini kan musibah yang memang tidak diharapkan. Tentunya keselamatan atlet perlu diperhatikan," kata Illiza kepada Media Indonesia, kemarin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Illiza menambahkan, sudah ada pembahasan di internal Komisi X terkait dengan PON Papua. Mayoritas anggota sepakat agar PON ditunda.
 
Usul itu nantinya akan disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pekan depan.
 
Pemerintah diminta untuk segera memutuskan perihal penyelenggaraan PON demi memberikan kepastian kepada atlet.
 
"Saat ini persiapan atlet di daerah juga terganggu. Tentu untuk mencapai target prestasi perlu ada persiapan yang detail dan program yang matang," kata Illiza yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani).
 
Pandangan untuk menunda gelaran PON juga diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Ali Patiwiri.
 
"Penyelenggaraan Olimpiade yang sebesar itu saja ditunda. Saya pikir keselamatan atlet yang harus diperhatikan. Kalaupun dipaksa, ujungnya tidak maksimal," kata Ali kepada Media Indonesia, kemarin.
 
Ali menambahkan, saat ini atlet yang akan berlaga di PON mengikuti latihan secara individu di wilayah masing-masing. Pihaknya telah mengimbau seluruh pengurus provinsi di Indonesia untuk menghentikan segala kegiatan akuatik hingga pemerintah mengumumkan keadaan sudah terkendali.
 
"Mereka latihan saat ini secara individu sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan pemerintah," kata Ali.
 
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengakui ada kendala dengan persiapan atlet dan penyelesaian tempat pertandingan. Namun, keputusan penundaan PON sepenuhnya di tangan Presiden sehingga akan memberikan laporan saat rapat kabinet.
 
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan, pengerjaan arena olahraga yang ditargetkan selesai Agustus terancam molor. "Kami harus akui ada kendala di lapangan. Khususnya kendala di SDM (sumber daya manusia). Kalau sebelumnya speed kerja kami 100%, sekarang berkurang 50%," kata Alexander kepada Media Indonesia, kemarin.
 
Alexander menjelaskan adanya kebijakan pembatasan akses di bandara dan pelabuhan cukup berpengaruh. "Pekerja kami ada kendala di lapangan dan berkurang. Belum lagi soal peralatan dan lainnya karena akses tidak bisa keluar masuk," katanya, sambil menunjuk arena tiga cabang, yakni sepatu roda, dayung, dan panahan, baru mencapai 2% saja.
 
Video: Son Heung-Min akan Jalani Wajib Militer
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif