Erick Thohir, Indonesia Sport Summit 2026 (Photo By Medcom)
Erick Thohir, Indonesia Sport Summit 2026 (Photo By Medcom)

Erick Thohir Dorong Olahraga Jadi Investasi, Bukan Sekadar Biaya

Alfa Mandalika • 11 September 2026 20:38
Ringkasnya gini..
  • Erick Thohir ingin olahraga Indonesia dipandang sebagai investasi, bukan sekadar biaya.
  • Industri olahraga dan sport tourism dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar.
  • Pemerintah tengah memetakan dan mengoptimalkan kembali fasilitas olahraga yang tersedia.
Jakarta: Erick Thohir menilai olahraga Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan dampak terhadap perekonomian. Karena itu, ia mendorong perubahan cara pandang agar olahraga tidak lagi dianggap sebagai beban biaya, melainkan investasi jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Erick saat menghadiri Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (11/9/2026).
 

Olahraga Dinilai Punya Potensi Ekonomi Besar

Erick mengatakan Indonesia memiliki kekayaan olahraga yang dapat diperkenalkan lebih luas kepada dunia, mulai dari pencak silat hingga karapan sapi. Menurutnya, olahraga juga sudah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia sejak lama.

Ia menilai paradigma terhadap olahraga perlu diubah. Selama ini, olahraga kerap dilihat sebagai sektor yang membutuhkan biaya, padahal memiliki peluang untuk menjadi investasi yang menghasilkan dampak ekonomi.

"Olahraga ini adalah investasi, selama ini setelah tahun 1962 sampai sekarang terus terjadi pemerosotan bahwa olahraga itu biaya, biaya, biaya," ujar Erick.


Industri Olahraga dan Sport Tourism Terus Dikembangkan


Erick menyebut nilai industri olahraga secara global mencapai sekitar Rp8.000 triliun. Sementara itu, potensi sport tourism disebut mencapai sekitar Rp9.700 triliun.

Di Indonesia, Erick menyebut perputaran ekonomi dari sektor olahraga saat ini baru sekitar Rp40 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri olahraga dan sport tourism.

Erick menilai pengembangan sektor tersebut membutuhkan data yang terintegrasi. Ia berharap berbagai pihak mau membuka dan menggabungkan data sehingga pemerintah memiliki satu basis data yang dapat digunakan untuk mengukur dampak ekonomi olahraga.


Pemerintah Benahi Fasilitas Olahraga


Selain mengembangkan industri, Erick menyoroti fasilitas olahraga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah saat ini melakukan pemetaan terhadap berbagai fasilitas untuk mengetahui aset mana yang masih terawat dan dapat digunakan.

Erick mencontohkan Gelora Bung Karno serta fasilitas milik swasta seperti Bali United Academy. Menurutnya, fasilitas yang sudah terawat dapat langsung dimanfaatkan, sedangkan aset yang terbengkalai perlu dikelola kembali agar tidak menjadi beban negara.

"Kita mulai mapping fasilitas-fasilitas olahraga mana yang memang tadi terawat dan bisa dipakai," kata Erick.

Pemerintah juga tengah menyiapkan aturan agar sejumlah aset olahraga dapat dikerjasamakan. Langkah tersebut diharapkan membuat fasilitas yang selama ini terbengkalai bisa kembali digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Mohammad Althaf Musyaffa)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan