Anthony Joshua. (Fayez Nureldine / AFP)
Anthony Joshua. (Fayez Nureldine / AFP)

Meski Cedera, Anthony Joshua Tetap Ikut Demonstrasi

Olahraga tinju Kematian George Floyd
Kautsar Halim • 07 Juni 2020 14:25
Jakarta: Juara dunia tinju kelas berat Anthony Joshua mendukung aksi demonstrasi warga Amerika Serikat untuk George Floyd. Menurutnya, aksi tersebut merupakan vaksin mujarab bagi virus rasisme.
 
"Virus yang saya maksudkan ini disebut dengan rasisme. Berapa lama lagi harus membiarkan rasisme menyebar ke seluruh komunitas kita?," ujar Joshua membandingkan efek covid-19 dengan perilaku rasisme, Sabtu (6/6/2020) waktu setempat.
 
Protes yang mengusung gerakan "Black Lives Matter" terjadi di seluruh dunia pada Sabtu 6 Juni waktu setempat. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas tewasnya warga Afrika-Amerika George Floyd ketika ditangkap polisi kulit putih pada bulan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Joshua, membunuh seseorang secara langsung sudah tentu tidak dapat dimaafkan. Tapi situasinya menjadi lebih kejam apabila ada pihak-pihak yang mengejek hak asasi orang lain.
 
"Itu hanya cara yang lebih lambat untuk membunuh mereka dan mengambil kehidupan atas jiwa-jiwa mereka," kata pemegang sabuk WBA, IBF dan WBO tersebut.
 
Joshua terlihat mengenakan kruk dan penyangga lutut ketika ikut berdemontrasi. Juru bicaranya mengatakan, lutut kiri Joshua sedikit cedera ketika berlatih dan itu bukan hal yang serius.
 
"Ini hanya tindakan pencegahan atas saran dari fisioterapis dan akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Tetapi tidak ada kekhawatiran," kata sang juru bicara.
 
Joshua sempat dijadwalkan menghadapi Kubrat Pulev di Stadion Tottenham Hotspur pada 20 Juni lalu. Namun, pertarungan yang mempertaruhkan sabuk juaranya itu harus ditunda karena pandemi virus korona. (AFP/ANT)

 
(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif