Fase nasional ini mempertemukan 18 tim terbaik hasil seleksi dari lima regional, yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta. Selain memperebutkan gelar tertinggi sebagai kampus basket terbaik, juara sektor putra juga berhak mewakili Indonesia di ajang Asian University Basketball League (AUBL).
The Nationals Jadi Tonggak Sejarah Campus League
Opening ceremony berlangsung meriah dengan dihadiri CEO Campus League Ryan Gozali, Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH Dr. Andry M. Panjaitan, Wakil Ketua DPD Perbasi Banten Tikky Suwantikno, Vice Rector for Student Affairs BINUS Prof. Dr. Ir. Yohannes Kurniawan, serta seluruh atlet dan ofisial peserta.
Ryan Gozali menegaskan The Nationals menjadi babak pembuktian bagi para juara dan runner-up regional yang berhasil lolos ke tingkat nasional.
"Hari ini hari yang sangat spesial karena The Nationals pertama. Kalian menjadi bagian dari sejarah perjalanan panjang Campus League. Kami berharap banyak talenta baru muncul dan menunjukkan level terbaiknya. Semoga ini menjadi awal dari mimpi besar kami," ujar Ryan.
Ia menambahkan, Campus League terinspirasi dari kompetisi olahraga kampus di negara-negara maju yang mampu menjadi kebanggaan mahasiswa, alumni, hingga masyarakat luas.
UPH Siap Dukung Kemajuan Basket Kampus
Sebagai tuan rumah, UPH menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan olahraga kampus melalui Campus League.
Dr. Andry M. Panjaitan berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antarkampus.
"Kami bersyukur dan bangga menyambut seluruh student-athlete. Kami berharap kompetisi ini berjalan aman dan nyaman, serta menjadi sarana untuk terus berkembang dan saling terkoneksi," katanya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua DPD Perbasi Banten, Tikky Suwantikno, yang mengapresiasi kepercayaan Campus League menjadikan Banten sebagai tuan rumah The Nationals pertama.
Menurutnya, kompetisi ini dapat menjadi katalis perkembangan basket kampus sekaligus membuka peluang ekspansi ke lebih banyak daerah pada musim mendatang.
Potensi Kejutan Sudah Terlihat Sejak Penyisihan
Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menilai hasil undian grup menghadirkan persaingan yang sangat merata.
Menurutnya, tidak ada tim yang benar-benar diuntungkan karena setiap grup dihuni kontestan dengan kualitas yang relatif seimbang.
"Di The Nationals tidak ada lagi tim unggulan maupun kuda hitam. Tim yang paling siap secara teknis dan mental akan melangkah lebih jauh," ujar Dave.
Ia menyoroti Grup A sektor putra yang mempertemukan Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Semarang (USM), dan tuan rumah UPH sebagai grup yang berpotensi menghadirkan persaingan sengit sejak awal.
UPH Balas Dendam atas BINUS di Sektor Putri
Salah satu pertandingan paling menarik pada hari pertama datang dari sektor putri. UPH yang berstatus runner-up Regional Jakarta berhasil membalas kekalahan dari BINUS Jakarta saat final regional.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Eagles tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka unggul 17-13 pada kuarter pertama dan menjaga momentum hingga menutup paruh pertama dengan keunggulan 31-28.
BINUS sempat bangkit pada kuarter ketiga melalui permainan agresif yang dipimpin point guard Keira Ammabel. Namun pertahanan disiplin UPH membuat mereka tetap memegang kendali pertandingan.
Pada kuarter terakhir, UPH berhasil mempertahankan keunggulan dan menutup laga dengan kemenangan 61-51.
Pelatih UPH, Fajar Kusumasari, menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh setelah kekalahan di final Regional Jakarta.
"Kami belajar dari kesalahan sebelumnya, terutama dalam aspek pertahanan. Fokus kami adalah menjaga konsistensi sampai akhir pertandingan," katanya.
Center UPH, Jesslyne Jaya Wiyanto, yang mencetak 14 poin, menilai perubahan mentalitas menjadi kunci kemenangan timnya.
"Sekarang, kami lebih menikmati proses dan tidak terlalu terbebani hasil. Itu yang membuat permainan kami lebih lepas," ujar Jesslyne.
BINUS Kejutkan Juara Regional Bandung
Di sektor putra, BINUS Jakarta membuka The Nationals dengan kemenangan impresif atas juara Regional Bandung, Universitas Kristen Maranatha.
BINUS langsung tampil agresif dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-13. Dominasi berlanjut hingga paruh pertama melalui efektivitas rebound dan transisi cepat yang membuat mereka unggul 36-28.
Maranatha berusaha bangkit selepas jeda, namun pertahanan rapat BINUS membuat upaya tersebut gagal membuahkan hasil.
BINUS akhirnya mengamankan kemenangan meyakinkan 66-52.
Guard BINUS, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, mengungkapkan timnya melakukan persiapan khusus untuk meredam salah satu pemain kunci Maranatha, I Made Duta Wahyundara.
"Kami melakukan scouting dan berhasil menjalankan strategi sesuai rencana. Di The Nationals tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh," katanya.
Pemain yang akrab disapa Anno itu juga menegaskan target BINUS adalah menjadi juara nasional dan mengamankan tiket ke Asian University Basketball League.
Tiket ke Kompetisi Asia Jadi Motivasi Tambahan
Campus League 2026 The Nationals menggunakan format setengah kompetisi (round robin) pada fase grup yang berlangsung hingga 11 Juni.
Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal pada 12 Juni, sebelum memperebutkan gelar juara pada 13 Juni.
Motivasi para peserta semakin besar karena juara kategori putra akan mewakili Indonesia di Asian University Basketball League (AUBL), menghadapi kampus-kampus elite dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Mongolia, Filipina, Australia, dan Malaysia.
Dengan persaingan ketat yang sudah terlihat sejak hari pertama, The Nationals Season 1 berpotensi menghadirkan banyak kejutan dalam perebutan takhta basket kampus tertinggi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News