Hasil tersebut mengukuhkan konsistensi prestasi pecatur Ibu Kota setelah sebelumnya meraih gelar juara umum pada Kejurnas Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh keluarga besar Percasi DKI Jakarta yang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan nasional tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten,” ujar Kenneth dalam keterangannya, Rabu (28/10).
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil dari persiapan matang, kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat juang para atlet.
“Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa,” kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Kenneth, keberhasilan ini tidak semata-mata diukur dari jumlah medali dan trofi, tetapi juga menunjukkan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ia bangga karena pecatur Jakarta dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat nasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang mendampingi atlet sejak masa persiapan hingga pertandingan. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen organisasi Percasi DKI Jakarta.
“Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional,” tuturnya.
Persembahkan Prestasi untuk Warga Jakarta dan Generasi Muda
Kenneth mendedikasikan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta yang telah mendukung perkembangan olahraga, khususnya cabang catur.Berkenaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, ia juga mempersembahkan pencapaian tersebut kepada generasi muda Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan berprestasi untuk bangsa.
“Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung Wibowo, dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa,” ungkapnya.
Meski berhasil mempertahankan gelar, Kenneth mengingatkan seluruh jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri. Ia berharap hasil tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
“Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Kenneth juga menyoroti rencana penyelenggaraan Kejurnas Catur 2027 di Jakarta yang bertepatan dengan momentum peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta menyelenggarakan kejuaraan catur nasional.
“Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi,” kata Kenneth.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda menekuni olahraga catur.
“Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya,” pungkasnya.
Hillary Rooca Theng Bersyukur Raih Emas
Salah satu penyumbang medali emas bagi Jakarta, WCM Hillary Rooca Theng, mengungkapkan rasa syukur karena berhasil membantu kontingennya mempertahankan gelar juara umum.Hillary mengatakan, persiapan bersama pelatih Kristianus Liem menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaiannya. Ia juga mengakui persaingan di Kejurnas Catur 2026 berlangsung ketat, terutama saat menghadapi pecatur dari Jawa Timur.
“Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus,” ujar Hillary.
Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta di Kejurnas Catur 2026, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung sengit karena kejuaraan digelar di Pulau Jawa dan diikuti banyak peserta.
“Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak,” kata Upi.
Daftar Peraih Medali DKI Jakarta
DKI Jakarta mengakhiri kejuaraan di posisi pertama klasemen akhir dengan enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Tuan rumah Banten menempati posisi kedua dengan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta berada di posisi ketiga dengan tiga emas dan satu perunggu.Enam medali emas Jakarta dipersembahkan oleh:
IM Satria Duta Cahaya – kategori Open.
FM Syarif Mahmud – kategori Veteran.
NM Claudio Lasama – kategori U-19 Putra.
Steven Tan – kategori U-17 Putra.
WCM Hillary Rooca Theng – kategori U-11 Putri.
Evelyn Tria Lienora – kategori U-9 Putri.
Empat medali perak diraih oleh:
GM Novendra Priasmoro – kategori Open.
WCM Theodora Paulina Walukow – kategori Senior Putri.
Dominicus Winston Lin – kategori U-15 Putra.
Haidar Manaf Abrisam – kategori U-7 Putra.
Adapun tujuh medali perunggu disumbangkan oleh:
IM Gilbert Elroy Tarigan – kategori Open.
WGM Laysa Latifah – kategori Senior Putri.
Clementia Adeline – kategori U-19 Putri.
PM Uriel Noah Oloan Sidabutar – kategori U-17 Putra.
Safin Aldebaran Amir – kategori U-13 Putra.
Kyle Darrel Gunawan – kategori U-11 Putra.
Kaiden Kamsari – kategori U-9 Putra.
Pada Kejurnas Catur ke-51 tersebut, Percasi DKI Jakarta mengirimkan 47 atlet untuk berlaga di berbagai kategori, mulai dari kelompok usia U-7 hingga veteran. Kejuaraan ini diikuti hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia.