Kawasan Gelora Bung Karno, yang berdiri di atas lahan seluas 279,1 hektare di jantung Kota Jakarta, bukan sekadar arena olahraga. GBK merupakan kawasan olahraga multifungsi yang beresonansi dengan semangat Bapak Bangsa, Ir. Soekarno. Sejak awal perancangannya, GBK didedikasikan tidak sekadar sebagai fasilitas olahraga, melainkan sebagai ruang interaksi publik yang multifungsi dan senantiasa membawa manfaat seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia.
Semangat ini terus dijaga, seiring dengan berbagai gelaran bergengsi yang telah dilaksanakan di SUGBK, ragam kegiatan bersejarah dan berskala global sukses diselenggarakan di SUGBK. Dari ranah olahraga, stadion ini telah menjadi saksi kemeriahan pertandingan sepak bola internasional seperti Indonesia Super Cup 2026 yang mempertemukan Chelsea vs AC Milan, Timnas Indonesia yang menjuarai FIFA Asean Cup 2026 hingga FIFA Matchday. Agenda keagamaan masif seperti Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Perayaan Natal Tiberias, dan Perayaan Harlah NU juga berlangsung tertib dan khidmat. Tak hanya itu, SUGBK juga menjadi panggung bagi konser musik bertaraf internasional, mulai dari Coldplay, Blackpink, Kanye West (YE), hingga yang akan datang Boyband asal Korea Selatan, BTS hingga Westlife di 2027 nanti.
Terkait pengembangan ini, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan bahwa program penguatan struktur FOP ini adalah wujud nyata dari komitmen untuk terus menjaga semangat GBK sebagai salah satu pusat kawasan olahraga yang unggul dan mampu bersaing secara kualitas di kancah dunia. “Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi.
Menjawab Tren dan Tantangan Multifungsi
Program penguatan struktur FOP ini dilatarbelakangi oleh perkembangan tren berbagai kegiatan, salah satunya konser musik internasional yang kini banyak menggunakan panggung di tengah lapangan (center stage). Beban panggung dan peralatan produksi yang masif berpotensi melebihi kapasitas daya dukung eksisting lapangan yang saat ini berada di kisaran 150–200 kg/m2. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu kerusakan struktur lapisan bawah lapangan, mengganggu elevasi drainase, dan pada akhirnya menyebabkan genangan air serta memengaruhi kerataan lapangan. Perkuatan Struktur dan Revitalisasi FOP ini merupakan inovasi GBK untuk menjadi magnet acara dunia, baik olahraga maupun non-olahraga. "Komitmen terhadap kualitas lapangan bukan hal baru bagi PPKGBK. Pada tahun 2022, revitalisasi lapisan rumput telah dilakukan dalam rangka menyambut Piala Dunia U-20 2023 dengan melibatkan para ahli dan stakeholder berpengalaman. Proses tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling, penanaman rumput, hingga perawatan intensif," tambah Mokhamad Rofik Anwar, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK.Kesinambungan Kualitas Lapangan
Sebagai bentuk peningkatan kualitas ke depan, PPKGBK memilih dua metode utama, yaitu Modernisasi Peralatan dan Perkuatan Pondasi Lapangan. "Program peningkatan FOP SUGBK ini telah berjalan secara bertahap, yang diawali dengan tahapan modernisasi peralatan. Pekerjaan struktural ini ditargetkan selesai pada November 2026. Selanjutnya, trial dengan peralatan modern akan diaplikasikan pada Februari 2027. Dengan demikian, SUGBK dipastikan sudah kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027. Perencanaan proyek menjadi bagian penting bagi inovasi di dalam menjaga dan memelihara sarana dan prasarana di GBK," sambung David Prastyan, Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK.Pelayanan Publik yang Berkelanjutan
PPKGBK menegaskan bahwa adanya pekerjaan penguatan ini bukan berarti mengesampingkan fungsi utama stadion sebagai tempat olahraga. Sebaliknya, inovasi ini justru memastikan agar ke depannya GBK mampu menyesuaikan dengan perkembangan tren dan kebutuhan penggunaan publik yang dinamis secara cepat, andal, dan terukur, layaknya stadion-stadion internasional terkemuka lainnya.“Harapan kami, langkah ini dapat menjadi contoh bagi stadion-stadion nasional lainnya agar kualitas dan kebermanfaatannya bagi khalayak terus terjaga. Sebagai kawasan olahraga negara, kami pastikan stadion sepak bola di GBK akan selalu menjadi rumah utama bagi Timnas Indonesia dan agenda kenegaraan sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya,” tutup Rakhmadi.