Putra-putra legenda sprinter Purnomo Yudhi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir-Medcom.id/Muhammad Al
Putra-putra legenda sprinter Purnomo Yudhi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir-Medcom.id/Muhammad Al

Putra Purnomo Yudhi Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Atlet

Olahraga olahraga atletik
Muhammad Al Hasan • 15 Februari 2019 19:37
Bintaro: Gian Asiara mengenang bagaimana kegigihan sang ayah semasa hidupnya. Putra pertama sprinter yang pernah membawa nama Indonesia ke semifinal Olimpiade Los Angeles 1984 ini mengatakan, bahwa sang ayah adalah motivator hebat meski tengah dirundung sakit.
 
Menurutnya sang ayah sudah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening sejak 2015. Namun, sepekan terakhir memang kondisinya semakin parah. Purnomo bahkan sampai sempat dibawa ke Singapura.
 
Semangat hidupnya tetap tinggi. Hanya saja sang legenda tetap tidak bisa melawan takdir. Pelari legendaris ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat pagi 15 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hidupnya selalu memotivasi, dalam kesempatan apapun. Saya, ketiga adik saya, teman-teman kami selalu kebagian motivasi dari Papah," kata Gian saat ditemui di lokasi pemakaman, Jumat 15 Februari 2019.
 
Baca juga: Menpora Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Purnomo Yudhi
 
Salah satu motivasi mendiang ayahnya yang dikenang Gian adalah keinginan ayahnya agar pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan atlet nasional. Menurut mendiang ayahnya, para atlet masih belum mendapatkan apa yang harusnya mereka terima dari pemerintah.
 
"Karena atlet yang tidak berprestasi saja kita harus hargai. Dengan itu saja (pemerintah) nggak usah ngomong apa-apa lagi. Nah, sekarang atlet yang berprestasi pun masih dilupakan, bagaimana yang nggak berprestasi?" ujar Gian.
 
Gian berharap bahwa semangat ayahnya memperjuangkan nasib para atlet bisa direspons pemerintah.
 
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi yang datang melayat, mengatakan bahwa pemerintah selalu berupaya melakukan yang terbaik bagi para atletnya. Pemerintah terus mengupayakan perbaikan-perbaikan yang berhubungan dengan kesejahteraan para atlet.
 
Baca juga: Mantan Sprinter Nasional Purnomo Yudhi Tutup Usia
 
"Pemerintah ingin memerhatikan semua atlet yang berjuang dari zaman dulu sampai sekarang dan yang akan datang. Kita juga pernah lakukan kepada para legenda dan para peraih medali di Bidakara," kata dia.
 
"Itu salah satu semangat yang ditunjukkan pemerintah," imbuhnya.
 
"Selebihnya menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa atlet tidak bisa kita biarkan sendirian, baik ketika masih aktif maupun sudah berhenti," imbuhnya.
 
Purnomo Yudhi wafat meninggalkan seorang istri, Endang Irmastiwi dan empat putra yakni, Gian Asiara, Praditya Ramadhan, Juan Prima Bara dan Hanggara Adiputra. Jenazah Purnomo dimakamkan, Jumat sore di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
 
Video: Kemana Langkah Liliyana Natsir?
nbsp;
 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif