Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 3-4 Oktober 2026. Ajang tersebut diikuti 420 pecatur dari berbagai kelompok usia dengan mempertandingkan 17 kategori.
Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga bersaing mendapatkan total hadiah Rp100 juta.
Pada kategori open, Novendra menjadi yang terbaik setelah mengungguli Claudio Lasama di posisi kedua dan Satria Duta Cahaya di peringkat ketiga.
Penutupan Kejurda turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain legenda catur Indonesia GM Utut Adianto, Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansah.
Jadi Ajang Seleksi Menuju Kejurnas
Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan Kejurda tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen DKI Jakarta pada Kejurnas Catur ke-51 di Banten, 23-29 Oktober 2026.
"Kejurda kali ini ada 17 kategori. Yang paling meriah open ya, hadiahnya paling besar. Yang menang GM Novendra. Saya senang karena menurut saya momen Kejurda ini menjadi suatu ajang yang penting karena selanjutnya ada Kejurnas," ujar Kenneth, Senin (5/10/2026).
Kenneth mengatakan DKI Jakarta datang ke Kejurnas dengan status sebagai juara umum. Karena itu, hasil Kejurda menjadi salah satu pijakan untuk mempertahankan prestasi tersebut.
"Kita sebelumnya merupakan juara umum. Dengan hasil dari Kejurda ini saya optimis kita bisa juara lagi. Sudah tersaring para peserta yang akan kita daftarkan ke Kejurnas nanti," tegasnya.
Menurut Kenneth, Percasi DKI Jakarta akan terus memperkuat pembinaan atlet dari kelompok usia dini hingga senior. Kejurda juga menjadi tolok ukur untuk melihat perkembangan pembinaan dan regenerasi pecatur di Ibu Kota.
"Rangkaian Kejuaraan Daerah Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 telah selesai dilaksanakan dengan baik. Saya mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, wasit, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan Kejurda tahun ini berjalan lancar dan kompetitif," tuturnya.
Ia menilai persaingan pada Kejurda tahun ini semakin ketat dan kualitas pecatur yang tampil juga meningkat.
Enam Pengkot Percasi Dilantik
Penutupan Kejurda juga dirangkaikan dengan pelantikan enam kepengurusan Pengurus Kota (Pengkot) Percasi di wilayah DKI Jakarta.
Keenam kepengurusan tersebut meliputi Percasi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.
Percasi Jakarta Selatan dipimpin Joko Sukarno, Jakarta Utara oleh Ozi Fauzi, Jakarta Pusat oleh Andi Fachrie Lentera, Kepulauan Seribu dipimpin Rhama Bedah Wijaya, Jakarta Timur oleh Angia Sekartaji, sedangkan Jakarta Barat dipimpin Sunardi Sadeli.
Kenneth berharap keberadaan kepengurusan di enam wilayah tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap olahraga catur, terutama bagi anak-anak dan pecatur pemula.
"Saya membuka ruang seluas-luasnya bagi orang tua berdomisili di Jakarta yang ingin anaknya belajar catur atau menjadi atlet catur, dan juga bagi para pecatur di warung kopi. Kita sudah siapkan kepengurusan di lima kota dan satu kabupaten," jelasnya.
Ia mengatakan pembentukan kepengurusan di enam wilayah administrasi DKI Jakarta merupakan langkah untuk memperluas pembinaan hingga tingkat bawah.
"Harapan saya, semoga catur bisa menjangkau semua lapisan hingga kelas bawah," pungkas Kenneth.
Utut Minta Kualitas Kejuaraan Ditingkatkan
GM Utut Adianto mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Menurutnya, penggunaan hotel sebagai lokasi pertandingan memberikan suasana berbeda sekaligus dapat meningkatkan motivasi para pecatur.
"Kejuaraan seperti ini bagi pecatur adalah impian. Apalagi mainnya di gedung bagus, hotel bagus. Ramai banget," kata Utut.
Namun, Utut juga memberikan masukan agar kualitas penyelenggaraan kejuaraan dapat terus ditingkatkan. Ia meminta tim teknis diperkuat dan jumlah babak pertandingan ditambah.
"Saran saya ke depannya mesti diperkuat tim teknis. Semoga diperbanyak babaknya, minimal sembilan pertandingan dan berlangsung 90 menit sehingga kualitas akan semakin meningkat," ujarnya.
Diharapkan Lahir Grand Master Baru
Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Dari 420 pecatur yang ambil bagian, ia berharap Kejurda mampu menjadi wadah untuk menemukan talenta-talenta baru.
"Mudah-mudahan catur DKI Jakarta bisa melahirkan lebih banyak GM dan penerus Utut Adianto. Saya lihat animo peserta sangat luar biasa," kata Uus.
Sementara itu, Novendra menilai Kejurda tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas, baik dari sisi penyelenggaraan maupun persaingan.
"Kejurda tahun ini keren banget. Saya lihat paling bagus dan mewah, digelar di hotel berbintang. Persaingan open juga sangat ketat. Di putra ini semua atlet PON ikut serta," ujar Novendra.
Dengan persaingan yang ketat tersebut, Novendra optimistis DKI Jakarta mampu mempertahankan gelar juara umum pada Kejurnas Catur 2026 di Banten.
"Saya yakin DKI Jakarta akan bisa mempertahankan gelar juara umum di Kejurnas dan bahkan meraih lebih dari enam emas di bawah kepemimpinan Ketum Pak Kenneth yang sangat perhatian dengan para atlet," tegasnya.
Kejurda Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 kini menjadi pijakan menuju Kejurnas Catur ke-51. Dengan hasil seleksi dan performa sejumlah pecatur andalan, DKI Jakarta membidik kembali gelar juara umum sekaligus menambah koleksi medali emas.