Eugenia membukukan nilai 9,706 poin untuk menempati peringkat ketiga. Hasil tersebut diraih setelah ia memperoleh nilai 5,00 untuk kualitas gerakan, 2,706 untuk keseluruhan performa, dan 2,00 untuk tingkat kesulitan.
Medali emas nomor tersebut diraih Sham HYL dari Hong Kong dengan nilai 9,713 poin. Sementara itu, Sou CM dari Makau membawa pulang medali perak setelah mengumpulkan 9,710 poin.
Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Atlet Wushu
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang hadir langsung menyaksikan pertandingan turut memberikan apresiasi atas perjuangan Eugenia.
Meski target utama kontingen Indonesia adalah meraih medali emas, Erick menegaskan setiap pencapaian atlet yang bertanding patut dihargai.
“Tentu apresiasi kepada para atlet yang sudah berjuang mendapatkan perunggu, perak, luar biasa,” ujar Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan.
Eugenia Diva Puas dengan Hasil Latihan
Eugenia mengaku puas dengan medali perunggu yang diraihnya. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang telah dijalaninya selama ini.
“Hari ini puas banget, hasilnya ini adalah apa yang aku latih hari ini,” katanya.
Eugenia juga mengakui persaingan di nomor changguan putri berlangsung ketat. Para pesaingnya merupakan atlet kelas dunia dengan selisih nilai yang sangat tipis.
“Lawan cukup bagus dan berlangsung ketat. Bahkan nilainya beda tipis-tipis. Tapi aku berusaha rileks. Ini adalah langkah untuk menatap kompetisi selanjutnya. Terima kasih atas dukungan dan doanya,” pungkas Eugenia.
Medali Eugenia sekaligus melanjutkan kontribusi cabang olahraga wushu bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sehari sebelumnya, Seraf Naro Siregar lebih dahulu menyumbangkan medali perunggu pada nomor changquan putra. Capaian tersebut menjadi medali pertama Indonesia di ajang olahraga multicabang Asia tersebut.
(Muhammad Zaidan Rizky)